Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pasar Juadah Sambas: Simbol Kolaborasi Warga di Tengah Tekanan Ekonomi Ramadan

A'an • Senin, 3 Maret 2025 | 11:15 WIB
RAMAI: Salah satu titik lokasi pasar juadah di Kota Sambas ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
RAMAI: Salah satu titik lokasi pasar juadah di Kota Sambas ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berburu takjil untuk berbuka puasa.

PONTIANAK POST — Bulan Ramadan yang selalu dinanti umat Islam bukan hanya menjadi momen penuh berkah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya dengan berjualan aneka makanan, minuman, dan lauk pauk untuk berbuka puasa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki Ramadan, berbagai lokasi di Sambas mulai dipenuhi dengan pedagang yang menjajakan takjil atau makanan berbuka puasa di pasar juadah. Para penjual menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman, termasuk lauk pauk serta kebutuhan konsumsi lainnya selama Ramadan. 

Pasar juadah juga menjadi tempat bagi warga yang ingin menitipkan kue buatan mereka agar dijual di lapak pedagang. Salah satunya adalah Risma, yang setiap hari membuat beberapa jenis kue untuk berbuka puasa, lalu menitipkannya ke penjual takjil yang sudah memiliki tempat berjualan.

"Kue harus diantar siang hari. Nanti setelah berbuka puasa atau usai Salat Magrib, baru kami ambil kembali, apakah sudah habis atau masih tersisa," ujarnya, kemarin (2/3). Pendapatan dari menjual kue menjadi tambahan penghasilan bagi keluarganya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang kurang menentu seperti saat ini. 

Sementara itu, Airul dan istrinya memilih cara lain untuk berjualan. Mereka memasarkan aneka kue berbuka puasa secara online. "Setiap pagi, kami membagikan informasi mengenai kue yang tersedia, lalu siap mengantarkan pesanan dari siang hingga sore," jelasnya. 

Pada Minggu (2/3), Airul menyiapkan aneka kue dengan harga terjangkau, mulai dari jajanan serba seribu rupiah hingga risoles mayones seharga Rp2.000. "Kami biasa mengantarkan pesanan langsung ke rumah untuk wilayah kota. Beberapa kue yang kami jual antara lain risoles mayo, risoles bihun, pulut panggang, bakwan, kroket, donat, jadah gelang, serta aneka isi kelapa dan selai," tambahnya. 

Saat menjelang sore, pasar juadah semakin ramai oleh warga yang berburu menu berbuka puasa. Aktivitas ini tidak hanya mendukung perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi tradisi khas umat Islam dalam menyambut waktu berbuka puasa. (fah)

Editor : A'an
#ramadan #bulan penuh berkah #pasar juadah