Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tangaran Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun untuk Tingkatkan Pendidikan Anak

Fahrozi PP • Senin, 24 Maret 2025 | 12:23 WIB
Ilustrasi suasana gembira dalam kegiatan belajar mengajar
Ilustrasi suasana gembira dalam kegiatan belajar mengajar

PONTIANAK POST - Masyarakat Kecamatan Tangaran diharapkan mendukung program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah. Dukungan dari masyarakat, terutama orang tua, sangat penting dalam memastikan anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi guna menekan angka anak tidak sekolah (ATS).

“Para orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA. Program wajib belajar 13 tahun mencakup pendidikan dari PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar Sekretaris Camat Tangaran, Endi Kurniawan, dalam sebuah acara di Masjid Al Mukminun, Desa Arung Parak, belum lama ini.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam setiap zaman, terutama di era digital saat ini. Pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan global. "Dalam ajaran Islam pun, mencari ilmu dan pendidikan sangat ditekankan. Oleh karena itu, memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik adalah tanggung jawab bersama," tambahnya.

Di Kecamatan Tangaran, terdapat program inovatif bernama ABG MEKHA (Aku Bisa dan Gemar Mengaji Sampai Khatam). Program ini bertujuan agar setiap anak yang tamat Sekolah Dasar (SD) sudah menyelesaikan khataman Al-Qur’an. “Inovasi ABG MEKHA harus kita dukung bersama. Dengan program ini, anak-anak memiliki bekal mengaji Al-Qur’an yang sangat bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat,” jelas Endi.

Ia berharap seluruh desa di Kecamatan Tangaran memiliki komitmen dalam mendukung program-program peningkatan kualitas SDM dan menekan angka anak tidak sekolah. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan mengalokasikan anggaran desa untuk program pendidikan yang lebih efektif. "Dengan program yang tepat, kita bisa memastikan bahwa setiap anak di Tangaran memiliki akses pendidikan yang layak dan berkualitas," pungkasnya. (fah)

Editor : A'an
#program wajib belajar #SDM #ATS #13 Tahun