SAMBAS — Kabupaten Sambas akan ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak yang digelar di 14 provinsi seluruh Indonesia. Acara nasional ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui konferensi video (Zoom Meeting) pada Senin (7/4). Kegiatan panen di Kabupaten Sambas akan dipusatkan di Desa Mensere, Kecamatan Tebas, dan dijadwalkan dihadiri oleh Bupati Sambas Satono serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
“Panen raya di Kabupaten Sambas dipusatkan di Desa Mensere, Kecamatan Tebas. Insya Allah, akan dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan,” ujar Bupati Satono dalam rilis resminya, Minggu (6/4).
Panen serentak ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian terkait panen raya padi di 14 provinsi. Di Sambas, kegiatan akan dimulai pukul 08.00 WIB di Resi Gudang, Jalan Sungai Kelambu, Desa Mensere, Kecamatan Tebas. Panen dilakukan secara daring, terhubung dengan pusat kegiatan nasional yang berlangsung di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, progres konstruksi optimasi lahan di Sambas telah mencapai 13.000 hektare. Sisa lahan yang belum dioptimasi sekitar 43 hektare. Berikut rincian sebaran luas lahan hasil optimasi per kecamatan. Tiga kecamatan yang telah selesai 100 persen dalam program optimasi lahan adalah Selakau, Pemangkat, dan Semparuk.
Saat ini, terdapat 98 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang aktif menjalankan program ini di Sambas. Secara keseluruhan, Kabupaten Sambas menjadi bagian dari total konstruksi optimasi lahan di Kalbar seluas 34.573 hektare, dengan sisa konstruksi seluas 4.580 hektare.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, menilai sektor pertanian memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Menurutnya, Sambas harus berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga provinsi dan nasional. “Luasnya lahan pertanian menjadikan Sambas sebagai kabupaten strategis dalam ketahanan pangan. Bahkan, hasil panennya berpotensi menjadi komoditas ekspor ke negara tetangga,” ujar politisi PKB itu.
Ia juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menjadi komoditas ekspor, khususnya ke Malaysia. “Namun, tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panennya,” tambah Yakob.
Menurutnya, perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat terhadap sektor pertanian sangat besar. Kesempatan ini, kata Yakob, harus dimanfaatkan maksimal oleh para petani di Sambas untuk terus meningkatkan hasil pertanian mereka. “Banyak dukungan yang diberikan pemerintah, dan itu harus menjadi motivasi bagi petani untuk terus berkembang,” tandasnya. (fah)
Editor : Hanif