PONTIANAK POST - Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohammad Sharon, menyatakan kesiapannya untuk mendukung percepatan penetapan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan Besar sebagai jalur resmi ekspor.
“Kebetulan saya di Komisi XII, saya berharap HIPMI, Bupati Sambas, dan politisi Nasdem bersama-sama mendorong kementerian terkait agar membuka jalur perdagangan melalui PLBN Aruk ke Malaysia. Barang dari Sambas bisa dikirim lewat jalur darat dengan biaya lebih rendah dan nantinya bisa menjangkau China serta India,” ujar Sharon saat berada di Kabupaten Sambas, Senin (21/4).
Ia menjelaskan, pembangunan dry port di PLBN Aruk dapat menjadi gerbang ekspor produk pertanian, perkebunan, dan komoditas lainnya dari Sambas maupun wilayah lain di Kalimantan Barat.
“Sambas dikenal dengan produk pertanian seperti jeruk, ini bisa diekspor lewat PLBN Aruk. Ke depan, kita dorong kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Malaysia,” tambahnya.
Melihat dari sisi sejarah, Sharon menyebut Kabupaten Sambas sudah punya rekam jejak perdagangan sejak masa Kesultanan dengan VOC. Oleh karena itu, kemajuan sektor perdagangan harus didukung semua pihak.
Selain itu, sektor pariwisata Sambas, khususnya Pantai Temajuk, juga sangat potensial menarik wisatawan dari Malaysia.
Ia mencontohkan, jika tiap turis dari Malaysia membelanjakan Rp3 juta dan ada seribu pengunjung tiap pekan, maka akan terjadi perputaran uang Rp3 miliar, belum termasuk kontribusi UMKM yang bisa mencapai Rp3-5 miliar per minggu.
“Ini sektor yang cepat hasilkan uang. Maka perlu kerja sama antara pemerintah dan pengusaha, khususnya lokal. Presiden juga ingin wilayah perbatasan Indonesia bisa bersaing dengan perbatasan Malaysia, terutama dalam bidang ekonomi,” pungkasnya. (fah)
Editor : Hanif