PONTIANAK POST — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sambas bergerak cepat melakukan profiling terhadap video kekerasan yang sempat viral di sejumlah platform media sosial.
Video tersebut sempat memicu keresahan dan kemarahan masyarakat Kabupaten Sambas akibat aksi brutal yang ditampilkan oleh sekelompok orang. “Kami langsung melakukan penelusuran di media sosial dan memprofilkan tautan postingan yang beredar,” jelas Kasatreskrim Polres Sambas, Rahmad Kartono.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sejumlah akun yang menyebarkan video tersebut di Facebook berasal dari luar wilayah Kalimantan Barat. Polisi pun melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap lokasi kejadian sebenarnya.
“Setelah kami cek secara menyeluruh, diketahui bahwa video tersebut berasal dari Malaysia. Berdasarkan informasi yang kami himpun, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak berwenang setempat. Sejumlah pelaku bahkan sudah diamankan oleh aparat di sana. Informasi ini juga diperkuat oleh pemberitaan dari sejumlah media massa Malaysia,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama pengguna aktif media sosial, untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi dan menyebarluaskan informasi yang beredar. “Masyarakat diharapkan mengedepankan verifikasi atau cross-check sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan,” tambahnya.
Dalam video yang sempat viral tersebut, tampak sekelompok orang melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang tidak diketahui identitas maupun penyebab kejadian. Meski korban terlihat kesakitan dan mengalami pendarahan dari hidung, aksi kekerasan tetap dilakukan oleh pelaku. Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan konten kekerasan atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya demi menjaga ketenangan dan ketertiban umum. (fah)
Editor : Hanif