PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sambas menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT terkait penetapan dan pengukuran Indeks Desa 2025. Seluruh operator Indeks Desa diberikan sosialisasi untuk mendukung pelaksanaan tahapan Pengukuran Indeks Desa Tahun 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Sambas berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 23–24 April 2025. Sosialisasi ini juga diikuti oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa dari setiap kecamatan.
“Ini adalah bagian dari menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT Nomor 554/PDP.03.04/III/2025 tertanggal 20 Maret 2025 mengenai Pentahapan dan Pengukuran Indeks Desa Tahun 2025. Pengukuran Indeks Desa saat ini telah memasuki tahapan penginputan oleh pemerintah desa.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan proses penginputan dapat berjalan seragam dan akurat,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinsos PMD Kabupaten Sambas, Iswahyudi.
Kegiatan ini juga didukung oleh Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Sambas. Koordinator TPP P3MD, Solikin, memaparkan perbedaan mendasar antara Indeks Desa Membangun (IDM) dan Indeks Desa (ID).
IDM yang dikembangkan oleh Kementerian Desa PDTT menilai desa dari tiga dimensi, yakni Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi, dan Ketahanan Ekologis. Sementara itu, Indeks Desa yang mulai digunakan pada tahun 2025 memiliki enam dimensi utama.
Indeks Desa merupakan penyempurnaan dari IDM dan terdiri dari enam dimensi, yaitu Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas, dan Tata Kelola Pemerintahan Desa. “Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman, serta memastikan kesiapan aparat desa dalam proses pemutakhiran data,” katanya.
Diharapkan, setelah kegiatan ini, seluruh desa di Kabupaten Sambas dapat melaksanakan Pengukuran Indeks Desa secara lebih baik, seragam, dan tepat waktu, guna mendukung arah pembangunan desa yang berbasis data. (fah)
Editor : Hanif