Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masjid Hijrah As-Subhan: Simbol Toleransi di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Diresmikan oleh Ketua DPW NasDem Kalbar

Deny Hamdani • Senin, 19 Mei 2025 | 12:08 WIB
Masjid Hijrah As-Subhan di Sambas diresmikan Syarif Alkadrie, simbol toleransi di perbatasan Indonesia-Malaysia, Minggu (18/5).
Masjid Hijrah As-Subhan di Sambas diresmikan Syarif Alkadrie, simbol toleransi di perbatasan Indonesia-Malaysia, Minggu (18/5).

PONTIANAK POST – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat perbatasan, sebuah bangunan megah baru saja hadir sebagai simbol persatuan dan toleransi. Masjid Hijrah As-Subhan kini berdiri kokoh di Dusun Tanjung, Desa Senatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kalimantan Barat—tepatnya di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Masjid ini diresmikan pada sebuah acara yang penuh khidmat, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Haji Subhan Nur, anggota DPRD Kalbar sekaligus penggagas pembangunan masjid, bersama anggota DPR RI dan Ketua DPW NasDem Kalbar, Haji Syarif Abdullah Alkadrie, serta para tamu dari Sarawak, Malaysia.

Haji Subhan Nur menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya pembangunan Masjid Hijrah As-Subhan. Ia menilai bahwa masyarakat Sajingan Besar memiliki semangat toleransi yang tinggi, sehingga pembangunan masjid dapat berjalan lancar. "Sajingan Besar adalah kecamatan yang mendapat berkah karena masyarakatnya sangat menjunjung tinggi toleransi,” ujar Subhan dalam kata sambutannya, kemarin.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pembangunan masjid ini, baik dari segi tenaga, pikiran, maupun materi.

Photo
Photo

Camat Sajingan Besar, Obertus, menyatakan bahwa kehadiran masjid ini membawa angin segar bagi masyarakat setempat, khususnya para pelintas batas dari Malaysia. "Masjid ini menjadi tempat istirahat dan ibadah bagi mereka yang melintasi perbatasan. Ini memperkuat hubungan silaturahmi antarnegara tetangga,” jelasnya.

Masjid Hijrah As-Subhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan positif bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Syarif Abdullah Alkadrie yang turut memberikan apresiasi atas perjuangan H Subhan dalam merealisasikan proyek masjid ini. "Saya yakin Pak H Subhan punya komitmen kuat untuk membangun fasilitas yang bermanfaat bagi umat. Masjid ini bisa menjadi pusat kegiatan yang mempererat tali silaturahmi,” katanya.

Lebih lanjut, Syarief berharap agar toleransi yang ada di Sajingan Besar dapat dipertahankan dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. "Masjid ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat di sini bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati. Ini harus dijaga dan diteladani oleh daerah lain,” tambahnya.

Peresmian Masjid Hijrah As-Subhan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Syarif Abdullah Alkadrie, sebagai simbol resmi masjid mulai digunakan.

Kehadiran Masjid Hijrah As-Subhan bukan hanya menambah jumlah tempat ibadah di Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi ikon baru di Kecamatan Sajingan Besar. Masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus wisata religi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sebagai wilayah perbatasan, Sajingan Besar memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga harmoni antarwarga negara. Namun, dengan adanya masjid ini, masyarakat semakin termotivasi untuk terus membangun kehidupan yang damai, bersatu, dan sejahtera.

Masjid Hijrah As-Subhan kini berdiri tidak hanya sebagai bangunan megah, tetapi lebih dari itu: sebagai simbol kebersamaan, toleransi, dan harapan akan masa depan yang lebih baik di perbatasan Indonesia-Malaysia.(den)

Editor : Hanif
#Perbatasan Indonesia-Malaysia #Masjid Hijrah #Simbol Toleransi #nasdem kalbar #Ketua DPW