Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harga Beras Premium Naik, Warga Sambas Khawatirkan Peredaran Beras Oplosan

Fahrozi PP • Rabu, 16 Juli 2025 | 12:10 WIB
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras.

PONTIANAK POST - Tak hanya naiknya harga beras premium beberapa merek, Sejumlah warga Kota Sambas juga dihadapkan adanya beras oplosan yang beredar di pasaran sesuai pemaparan Menteri Pertanian. Mereka berharap hal itu jangan sampai terjadi di Kabupaten Sambas.

Disampaikan warga Sambas, Nani, dirinya selama ini mengonsumsi beras premium. Belum lama ini, dirinya membenarkan adanya kenaikan harga beras premium dengan merek macan. Sebelumnya, untuk sepuluh kilogram dibeli dengan harga Rp155 ribu.

“Ada kenaikan sekitar Rp3.000, jadi untuk sepuluh kilogram harga terbaru menjadi Rp158 ribu. Padahal sebelumnya kami membeli di harga Rp155 ribu,” katanya. Dirinya tak mengetahui untuk jenis atau merek lain. Lantaran beras merek tersebut sudah biasa dikonsumsi.

“Kalau tak salah, di toko tempat kami membeli beras, itu jenis merek yang termurah untuk jenis premium, rerata merek lain diatas harga tersebut, terkecuali beras mereka AAA,” katanya.

Dirinya berharap, beras tak kembali naik ditengah ekonomi yang tidak menentu di keluarganya. Selain itu, dia juga khawatir terhadap informasi adanya beredar beras premium berbagai merek yang dioplos dan beredar di beberapa daerah.

“Kami berharap, jangan sampai beras oplosan ini masuk ke Kabupaten Sambas, meski dampaknya tak terlalu besar, tapi ini sangat merugikan, dimana tentang beras oplosan ini layak menjadi liputan bersama. Level jahatnya luar biasa. Beras yang dikonsumsi dicampur-campur kualitas 1 dengan kualitas 3 atau empat, kemudian dipasarkan dengan harga kualitas 1,” katanya.

Pedagang UMKM di Sambas, Buyung, mengakui belum mengetahui berkaitan dengan kenaikan harga beras. Meski demikian, saat dirinya berbelanja membeli beras, ada kenaikan harga yang berkisar Rp1.000 untuk per lima kilogramnya. 

“Ada (kenaikan harga) tapi memang belum terlalu berdampak, karena untuk beras premium per lima kilogram yang kami beli, naik Rp1.000,” katanya.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan ada 212 merek beras kemasan tidak sesuai ketentuan. Saat paparan pada awal Juli, merek-mereknya masih belum disampaikan. Karena masih proses pendalaman oleh Satgas Pangan Mabes Polri. 

Kini sebagian dari merek-merek nakal sudah mulai muncul di publik. Sejumlah merek bahkan dijual dalam jumlah besar di minimarket. Seperti Sania, Raja Platinum, Alfamidi Setra Pulen, dan Food Station. Kepolisian sudah memanggil perusahaan-perusahaan yang memproduksi beras dengan merek tersebut. Pemanggilan masih terus berlanjut untuk produsen lainnya. 

Di tengah beredarnya merek-merek beras oplosan tersebut, Amran angkat suara. Dia menegaskan pentingnya registrasi produk beras. Menyusul terungkapnya praktik pengoplosan beras premium dengan kualitas rendah.Praktik curang itu, merugikan konsumen sekaligus mencoreng tata niaga pangan nasional. Hasil investigasi Kementan bersama tim pengawasan pangan di sejumlah wilayah menemukan beras bermerek dijual dengan harga premium. Namun isinya ternyata campuran dengan beras medium atau tidak sesuai standar mutu beras premium. Dengan kata lain beras premium yang dijual adalah oplosan. 

Sesuai standar mutu beras yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020, beras premium berkadar air maksimal 14 persen. Kemudian butir kepala minimal 85 persen. Lalu butir patah maksimal 14,5 persen. Peraturan mutu beras juga turut diperkuat oleh peraturan Badan Pangan Nasional 2/2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, serta Peraturan Mentan 31/PERMENTAN/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. (fah)

Editor : Hanif
#beras oplosan #beras premium #warga sambas #Resah #menteri pertanian #harga naik