Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Meski Terkendala Amdal, Sambas Tetap Kebanjiran Investasi Rp6,6 Triliun; City Mall, RS Internasional, dan Proyek Modern Lainnya Segera Dibangun?

Deny Hamdani • Senin, 28 Juli 2025 | 12:34 WIB
PT. FAM Nexa Indonesia, melalui Presiden Direkturnya, Johnny Famin Efendy.
PT. FAM Nexa Indonesia, melalui Presiden Direkturnya, Johnny Famin Efendy.

PONTIANAK POST — Lama tak tersiar kabar, PT. FAM Nexa Indonesia, melalui Presiden Direkturnya, Johnny Famin Efendy mendadak muncul dan kembali mengungkapkan rencana ambisius awalnya untuk tetap meneruskan pembangun City Mall Sambas, Rumah Sakit Internasional dan infrastruktur lainnya sebagai bagian dari kawasan terpadu modern yang akan mengubah wajah Kabupaten Sambas.

Hal tersebut dikatakan Johnny kepada Pontianak Post, Senin(28/7) pagi bahwa proyek strategis ini tengah dalam tahap persiapan intensif, terutama dalam proses perizinan yang saat ini menjadi fokus utama. “Saat ini kami sedang membentuk tim khusus untuk menangani AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan). Ini menjadi kunci karena perizinan kami saat ini mentok di sini,” ujar Johnny, Senin (28/7) via telepon dari Jakarta.

Menurut Johnny bahwa proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memang tidak bisa diproses secara biasa. Perizinan harus melalui tiga level ke Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sambas. Prosesnya memang memakan waktu, tetapi Johnny menegaskan pihaknya tetap optimistis. “Memang agak lama sedikit, tapi kami paham ini bagian dari tanggung jawab untuk memastikan proyek ini ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.

Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, jika terealisasi bakalan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia. Pasalnya, PT. FAM Nexa Indonesia bersama mitranya dari Singapura, Long Dragon Investment, resmi mengumumkan rencana investasi senilai Rp6,6 triliun untuk membangun kawasan terpadu modern di Sambas.

Sebelumnya,Presiden Direktur PT. FAM Nexa Indonesia, Johnny Famin Efendy sebelumnya, mengungkapkan rencana besar tersebut dalam konferensi pers di Golden Tulip Hotel, Pontianak, Senin (10/2/2025). Ia memastikan bahwa proyek ini akan membawa transformasi besar bagi masyarakat Sambas dan sekitarnya.

"Kami akan membangun enam proyek utama: City Mall, Hotel Bintang 5, Rumah Sakit Internasional (International Medical Centre), Kampus Perawat Internasional (Nurse College), Apartemen, dan Perumahan Skala Besar," ujar Johnny penuh semangat.

Lokasi proyek berada di Jalan Penangkalan, hanya sekitar 1,5 kilometer dari Kantor Camat Sambas. Lahan seluas lebih dari 16 hektar diklaim sudah dibebaskan dan siap digarap. Namun, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya tengah fokus menyelesaikan proses perizinan, khususnya AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan).

"Kami sedang membentuk tim khusus untuk mengurus AMDAL. Proyek kami masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), jadi perizinannya tidak hanya di daerah, tapi juga harus melalui pusat, Pemprov Kalbar, dan Pemkab Sambas.

Prosesnya memang agak panjang, tapi kami sabar," jelas Johnny beberapa Waktu lu. Untuk mendukung aksesibilitas, pihaknya juga berencana memperbaiki infrastruktur pendukung. Jalan yang saat ini masih sempit akan dilebarkan menjadi 9 meter, termasuk pembangunan jembatan yang menyesuaikan kebutuhan kawasan.

"Infrastruktur akan kami kerjakan dulu, tapi tergantung izin dari Pemkab Sambas. Kami juga menunggu pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih pada 20 Februari nanti, karena perlu koordinasi langsung dengan pemerintahan baru," tambahnya.

Meski masih menunggu izin, Johnny menegaskan bahwa dana investasi sudah siap dan standby. Sebanyak 10 persen dari total anggaran (sekitar Rp660 miliar) akan segera digelontorkan sebagai dana operasional awal. "Dana ini akan digunakan untuk persiapan administrasi, perizinan, dan pembangunan infrastruktur awal," ujarnya.

80-85 persenTenaga Kerja dari Sambas dan Kalbar

Salah satu yang menjadi sorotan adalah komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Johnny memastikan bahwa 80 hingga 85 persen tenaga kerja yang akan direkrut berasal dari Sambas dan Kalimantan Barat."Kami ingin proyek ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Untuk tenaga ahli teknis, mungkin kami datangkan dari Singapura dan Malaysia, tapi tenaga pelaksana dan operasional mayoritas dari sini," tegasnya.

Johnny yang lahir dan besar di Sambas mengungkapkan alasan kuat di balik pilihannya. Baginya, Sambas bukan hanya tempat investasi, tapi juga rumah. "Saya sudah lama kenal Sambas. Jalur perbatasan ke Malaysia dan Brunei sangat strategis.

Warga dari luar negeri sering masuk ke sini. Apalagi, keluarga saya juga masih ada di sini. Saya ingin membangun kampung halaman saya," kata Johnny dengan nada haru. Ia juga melihat potensi besar di sektor kesehatan dan pendidikan. Dengan dibangunnya Rumah Sakit Internasional dan Kampus Perawat, Sambas diharapkan bisa menjadi pusat layanan medis dan pendidikan vokasi kesehatan di kawasan perbatasan.

Tunggu Izin, Tapi Optimisme Mulai Tumbuh

Meski masih menunggu proses perizinan, optimisme mulai tumbuh di kalangan masyarakat Sambas. Banyak yang berharap proyek ini bisa segera dimulai dan membawa perubahan nyata. "Kami siap bekerja sama dengan semua pihak. Yang penting, semua proses dilakukan secara transparan dan berkelanjutan," tutup Johnny.

Dengan nilai investasi Rp6,6 triliun, Sambas berpotensi menjadi kota perbatasan modern yang tidak hanya melayani masyarakat lokal, tapi juga menjadi destinasi bagi warga Malaysia dan Brunei Darussalam.(den)

Editor : Hanif
#Mall #investasi #infrastruktur #rumah sakit internasional #PSN #sambas #Golden Tulip Hotel #PT Fam Nexa Indonesia #amdal