PONTIANAK POST - Kabupaten Sambas dikenal dengan komoditi jeruk. Namun hingga saat ini mayoritas komoditi ini dijual dalam bentuk buah segar. Masih sedikit produk olahan pascapanen.
Melihat kondisi tersebut, sebagai kampus yang berada di Kabupaten Sambas, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melalui programnya memperkenalkan kepada masyarakat membuat produk olahan lain dari jeruk siam seperti sirup jeruk, selai, teh kulit jeruk, sabun jeruk, dan eco enzim dari limbah jeruk.
Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Tim Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melaksanakan kegiatan "Peningkatan Nilai Tambah Jeruk Siam Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat".
Kegiatan dilaksanakan di Dusun Sungai Puguk, Desa Gapura, Kecamatan Sambas pada Selasa (5/8), Tim PKM Poltesa terdiri Kiki Kristiandi (Ketua), Dr Sri Mulyati (anggota) dan Sangkala (anggota) serta mahasiswa Agroindustri Pangan dan Agrobisnis.
Menurut Kiki Kristiandi, dalam kegiatan, dilakukan edukasi, pelatihan dan pendampingan teknis kepada Kelompok Tani Buluh Serumpun agar mampu mengolah jeruk siam menjadi berbagai produk pascapanen yang bernilai jual lebih tinggi.
Kegiatan digelar sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat desa, dimana pelaksanaan program didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi menjadi upaya mendukung pemberdayaan masyarakat desa, khususnya kelompok tani yang memiliki potensi hasil pertanian berupa jeruk siam.
"Terlebih, Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah sentra produksi jeruk siam di Kalimantan Barat. Hanya saja, sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk segar, sedangkan untuk buah yang tidak sesuai dengan grade pasar menjadi limbah organik dan dengan nilai ekonomi yang rendah. Hal ini perlu upaya agar adanya produk olahan jeruk siam mampu meningkatkan nilai tambah terutama saat pasca panen,” katanya.
Diharapkan, setelah kegiatan yang dilaksanakan, akan ada dampak positif dirasakan masyarakat khususnya para petani jeruk. “Adanya pengetahuan tentang produk olahan jeruk siam, nantinya bisa mendorong masyarakat membuat produk olahan lain dari jeruk siam, sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, terutama bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (fah)
Editor : Hanif