PONTIANAK POST - Sejumlah ibu rumah tangga di Sambas mengaku terpaksa mengurangi penggunaan bumbu bawang merah saat memasak. Pasalnya, harga komoditas tersebut dinilai masih mahal. “Beli sedikit sedikit, karena memang harga masih tinggi,” kata Risma, warga Sambas.
Tak hanya mengurangi penggunaan bawang merah, dirinya juga mengaku sengaja berbelanja bawang merah yang berukuran besar tetapi memiliki rasa yang “kurang” dibanding bawang biasa. Warga lokal menyebutnya bawang Malaysia.
“Paling mahal itu memang bawang merah dari pulau Jawa (bentuknya agak kecil kecil), yang sempat menyentuh angka Rp60 - Rp65 ribu per kIlogramnya. Sementara bawang yang bentuknya agak besar besar sekarang berkisar Rp35 ribu per kilogram,” katanya.
Perlu diketahui, sesuai peta harga bawang merah di tingkat konsumen dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) periode 21 Agustus 2025, rata rata harga komoditas tersebut di Kalbar, tertinggi di seluruh Indonesia dibanding Harga Acuan Pembelian (HAP). Harga rata rata nasional mencapai Rp50.032 per kIlogram. Disparitas terhadap HAP di Kalbar mencapai 58.98 persen.(fah)
Editor : Hanif