PONTIANAK POST – Bupati Kabupaten Sambas, Satono, melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Rabu (27/8). Dalam pertemuan tersebut, Satono menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan infrastruktur strategis untuk daerahnya, didampingi oleh Staf Khusus Menko AHY, Herzaky Mahendra Putra.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjemput peluang pembangunan dari pusat. Bupati Satono, yang saat ini memasuki periode kedua kepemimpinannya, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci percepatan pembangunan berkelanjutan di Sambas. "Ini adalah ikhtiar kami menemui Bapak Menko AHY dalam upaya menjemput bola pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sambas, khususnya di bidang infrastruktur," tulis Satono dalam unggahan media sosialnya usai pertemuan.
Sebagai daerah penghasil beras surplus di Kalimantan Barat, Sambas dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini menjadi fokus utama dalam pembicaraan, sebagaimana ditegaskan oleh Herzaky Mahendra Putra. "Salah satu program prioritas yang kita dorong adalah infrastruktur pendukung pertanian. Kita ingin Indonesia swasembada pangan, dan Sambas punya peran penting di sana. Infrastruktur seperti irigasi, jalan produksi pertanian, dan akses ke pasar harus diperkuat," ujar Herzaky.
Ia menambahkan bahwa tim Kemenko Infrastruktur sebelumnya telah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah desa di Sambas untuk melihat kondisi riil lapangan dan memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas petani.
Selain sektor pertanian, pembahasan juga menyentuh program nasional lain yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis. Herzaky menekankan bahwa infrastruktur pendukung program tersebut—seperti gedung sekolah, dapur umum, dan fasilitas kesehatan—juga akan menjadi prioritas.
Salah satu aspirasi konkret yang dibawa Bupati Satono dan mendapat respons positif adalah percepatan pembangunan jalan daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah. Proyek ini dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas antar kecamatan dan desa di Sambas, yang selama ini masih terkendala akses jalan yang belum memadai.
"Inpres Jalan Daerah akan menjadi prioritas awal. Tidak semua bisa terealisasi tahun ini, tapi akan kita jalankan secara bertahap. Yang jelas, Kalimantan Barat, termasuk Sambas, masuk dalam radar prioritas pembangunan nasional," tegas Herzaky.
Ia juga menyoroti perhatian khusus Presiden Prabowo terhadap wilayah perbatasan, termasuk Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menurutnya, pembangunan di kawasan perbatasan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan dan citra bangsa. "Presiden Prabowo punya perhatian khusus kepada masyarakat Kalbar, terutama warga perbatasan sebagai wajah terdepan Indonesia.
Pembangunan di sini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga martabat," pungkas Herzaky.
Pertemuan ini membuka harapan baru bagi percepatan pembangunan di Sambas. Bupati Satono juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan kolaboratif dari Kemenko Infrastruktur, serta berharap kerja sama ini berlanjut dalam bentuk aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dengan dukungan pusat yang semakin kuat, Sambas siap menjadi salah satu lumbung pangan dan kawasan perbatasan unggulan di era pemerintahan baru.(den)
Editor : Hanif