PONTIANAK POST - Festival Baca Rawi dilaksanakan sebagai upaya menjaga kelestarian seni budaya di Kabupaten Sambas. Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Tangaran ini diikuti perwakilan dari seluruh desa yang ada.
Ipan Agustanto, Panitia HUT ke-80 Kemerdekaan RI Kecamatan Tangaran mengatakan sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI. Salah satunya lomba baca rawi yang ini juga bagian dalam upaya menjaga kelestarian seni budaya.
“Salah satu kegiatan menyemarakkan HUT RI di Kecamatan Tangaran yakni Festival Baca Rawi. Kebetulan baca rawi di Kecamatan Tangaran termasuk seni budaya yang populer, sehingga momentum Kemerdekaan ini, kami para panitia menjadikan festival baca rawi mengisi kemeriahan dan semarakkan HUT RI,” kata Ipan, belum lama ini.
Dalam kegiatan yang sudah digelar, masing-masing desa di Kecamatan Tangaran mengirim satu tim baca rawi perwakilan. “Alhamdulillah, seluruh desa di Kecamatan Tangaran turut serta, sehingga ada 8 tim peserta yang tampil di Pentas Utama Pasar Desa Simpang Empat. Sambutan antusias dari masyarakat saat Festival Baca Rawi,” katanya.
Diharapkan melalui ajang yang digelar, menjadi upaya menyosialisasikan dan mengenalkan seni budaya kepada generasi muda. Serta menghormati budaya positif yang ada di masyarakat.
Abdul Hadi, tim Juri Festival Baca Rawi Kecamatan Tangaran menyampaikan pentingnya melestarikan seni budaya yang ada di tengah masyarakat Indonesia, terutama yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Diharapkan momentum perlombaan, baca rawi dapat terjaga kelestariannya. Terlebih di tengah era globalisasi yang terjadi sekarang. ”Generasi muda harus meminati seni budaya ini, bagaimana para orang tua harus menularkan baca rawi, zikir nazam dan lainnya,” katanya. (fah)
Editor : Hanif