Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BUMDes Sambas Kembangkan Olahan Jagung untuk Dorong Ekonomi Warga

Fahrozi PP • Rabu, 10 September 2025 | 10:44 WIB
PANEN RAYA: Bupati Sambas Satono saat melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II dalam rangka swasembada pangan di Dusun Sepinggan Besar, Desa Sepinggan, Kecamatan Semparuk. Kamis, 5 Juni 2025
PANEN RAYA: Bupati Sambas Satono saat melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II dalam rangka swasembada pangan di Dusun Sepinggan Besar, Desa Sepinggan, Kecamatan Semparuk. Kamis, 5 Juni 2025

PONTIANAK POST - Di tengah pelaksanaan program satu desa satu hektare lahan jagung yang merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Percepatan Swasembada Jagung di Indonesia, membuka peluang ekonomi masyarakat, diantaranya dengan mengolah produk turunan berbahan utama jagung untuk dijual.

Seperti yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muda Karya Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Bersama dengan masyarakat, mereka menangkap peluang ekonomi di tengah banyaknya hasil panen jagung yakni akan mengolah sejumlah produk yang berbahan utama jagung.

Seperti disampaikan  Direktur BUMDes Muda Karya, Crisdiansyah. Pihaknya bersama masyarakat, akan mencoba mengolah produk pangan berbahan jagung. Sehingga hasil panen tanaman tersebut tak hanya untuk pakan ternak.

“Jagung yang ditanam, hasil panennya tidak hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, tetapi juga sebagai pangan alternatif,” kata Crisdiansyah.

Pihaknya bersama masyarakat pun sudah menyiapkan sejumlah produk olahan makanan, yang nantinya bisa diproduksi bersama. “Kami akan membuat sejumlah produk makanan, seperti dodol jagung, nasi jagung, hingga camilan lainnya, yang ini merupakan hasil pengembangan kami bersama masyarakat,” katanya.

Terlebih, bahan jagung memiliki kandungan yang baik untuk tubuh. Termasuk mereka yang memiliki penyakit diabetes. “Jagung kaya zat yang diperlukan tubuh, bahkan kandungan gulanya tak berpengaruh terhadap mereka yang menderita diabetes. Ini bukan hanya sekedar pakan, tetapi juga sumber pangan manusia yang potensial,” katanya.

Diharapkan, jika ini dilakukan, akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Kami berharap upaya bersama ini nantinya bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang nantinya berdampak bagi kesejahteraan ekonomi keluarga,” katanya.

Koordinator Penyuluh BPP Sajad M Irhamsyah menyebutkan di Kecamatan Sajad, seluruh desa sudah mencanangkan penanaman jagung dalam rangka menjalankan Inpres Nomor 10 Tahun 2025. Diharapkan desa-desa yang ada lahan yang dimilikinya bisa bertambah.

“Penanaman serentak di seluruh desa di Sajad sudah dilaksanakan, kami berharap lahan jagung di wilayah tersebut terus bertambah,” katanya.

Program ini, sebutnya, adalah hasil kolaborasi semua pihak. Mulai dari masyarakat, penyuluh, petani, Terlebih, lahan di Sajad memiliki tantangan tersendiri untuk dijadikan lahan jagung.

“Sajad menjadi lahan yang baik untuk tanaman padi, dan memiliki tantangan tersendiri karena lahan rendah yang rawan banjir, oleh karena itu, ketahanan pangan lokal menjadi sangat penting,” katanya. (fah)

Editor : Hanif
#olahan jagung #bumdes #nasi jagung #dodol #ekonomi warga #sambas