PONTIANAK POST - Aksi nyata dilakukan Politeknik Negeri Sambas dalam upaya memajukan pertanian di Kabupaten Sambas. Yakni melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas, Budi Setiawan ST MSc dan Irma Fahrizal BN ST MT menjawab permasalahan petani dan memberikan bantuan mesin perontok padi berukuran sedang ke petani di Desa Bentunai, Kecamatan Selakau.
Kegiatan yang termasuk dalam skema Penerapan Iptek Bagi Masyarakat (PIM) dibiayai dana DIPA Poltesa, ini juga didukung mahasiswa Jurusan Teknik Mesin yang membantu proses pembuatan dan mengajarkan tata cara melakukan pengoperasian mesin.
"Mitra yang mendapatkan bantuan adalah Poktan Sari Harum 2 di Dusun Tumpuan Hati, Desa Bentunai, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas," kata Budi Setiawan.
Dimana, petani di daerah itu, rata-rata memiliki lahan kecil yang selama ini melakukan proses perontokan dengan cara tradisional. Kemudian berdasarkan hasil diskusi dan studi lapangan, salah satu solusinya harus ada mesin agar lebih efektif.
"Hasil diskusi menemukan permasalahan utama pada mitra yaitu Kelompok Tani Sari Harum 2 yakni perontokan padi, karena masih mengandalkan cara tradisional yang melelahkan dan tidak efisien. Permasalahan ini sudah lama dirasakan, namun belum terselesaikan karena akses terhadap teknologi mekanis sangat terbatas," ujar Budi Setiawan.
Selanjutnya, disampaikan Fahrizal, atas permasalahan yang ada, pemberian bantuan teknologi berupa mesin perontok padi berukuran sedang merupakan solusi tepat bagi permasalahan mitra. “Kami berharap, keberadaan mesin perontok padi ini memberikan manfaat besar dan tepat guna bagi mitra dalam proses perontokan padi,” kata Fahrizal.
Mesin perontok yang diberikan berkapasitas dapat ditingkatkan menjadi 300 – 400 kg/jam. Hal ini mampu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam perontokan padi, karena pekerjaan yang biasanya membutuhkan banyak orang dan waktu berjam-jam dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.
Mesin perontok padi juga mampu memberikan gabah yang lebih bersih dan dapat meminimalkan kehilangan gabah yang sering terjadi pada metode manual seperti dipukul atau diinjak. Dengan kata lain, mesin perontok padi bukan hanya membantu dalam perontokan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian petani kecil. (fah/ser)
Editor : Hanif