PONTIANAK POST - Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana berharap seluruh masyarakat dan pihak lainnya, waspada terhadap adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami sudah mendapatkan informasi, adanya lahan yang terjadi kebakaran, sehingga kejadian ini harus menjadi kewaspadaan bersama, sehingga tak muncul di daerah lainnya,” kata Yakob.
Langkah antisipasi bisa dilakukan bersama, diantaranya dengan mencegah karhutla terutama di sekitarnya masing-masing. Segera koordinasikan dengan aparat pemerintah desa, kecamatan termasuk dengan pihak kepolisian jika mendapati kejadian tersebut.
“Kalau melihat adanya kebakaran, segera lakukan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari pemerintah hingga kepolisian, lakukan segera pemadaman agar tak meluas, lantaran jika sampai terjadi (meluas) maka kondisi akan semakin sulit diatasi,” katanya.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kalbar dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2025, sudah lebih dari 19 ribu hektare lahan terbakar.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan luas lahan yang terbakar tersebut sudah sangat besar, meski masih tersisa empat bulan ke depan hingga akhir tahun.
“Untuk periode Januari sampai 31 Agustus 2025, luas lahan yang terbakar di Kalbar ada 19 ribu hektare lebih. Tentu bagi kami ini sudah sangat luas, karena masih ada sisa waktu kurang lebih empat bulan lagi,” ungkap Daniel kepada awak media, Kamis (25/9).
Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan luas lahan terbakar pada tahun ini tidak lebih dari capaian 2024 lalu, yang mencapai sekitar 24 ribu hektare. “Kalau bisa kami akan usahakan di bawah 24 ribu hektare,” tambahnya.
Hingga Kamis (25/9), Daniel mengatakan operasi pemadaman masih dilakukan di sejumlah wilayah. Hal ini sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menyebut potensi karhutla masih tinggi hingga Jumat (26/9) hari ini. “Kami tetap mendorong seluruh masyarakat Kalbar agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara yang tidak terkendali,” tegas Daniel.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, total luas lahan terbakar di provinsi ini periode Januari–Agustus 2025 mencapai 19.287,90 hektare. Kabupaten Sambas tercatat sebagai daerah dengan luasan terbesar, yakni 4.378,87 hektare. Disusul Kubu Raya 2.479,10 hektare, dan Mempawah 2.418,64 hektare.
Berdasarkan data dari Madani Berkelanjutan, Area Indikatif Terbakar (AIT) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025 diperkirakan mencapai 218.000 hektare.
Angka prediksi ini jauh melampaui lonjakan luas lahan yang terbakar di Kalbar pada tahun 2023 yang mencapai puncaknya. Pada tahun 2023, indikasi luas lahan terbakar tercatat drastis sebesar 111.848 hektare, melonjak tajam dari 21.836 hektare pada tahun 2022, dengan jumlah hotspot sebanyak 2.078 titik. (fah)
Editor : Hanif