Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Program Satu Desa Satu Hektare Jagung Dorong Ketahanan Pangan Sambas

Fahrozi PP • Senin, 29 September 2025 | 12:15 WIB
PANEN: Bupati dan Kapolres Sambas saat melaksanakan panen serentak di Arung Kuang, Kecamatan Tangaran.
PANEN: Bupati dan Kapolres Sambas saat melaksanakan panen serentak di Arung Kuang, Kecamatan Tangaran.

PONTIANAK POST - Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo menyampaikan program satu desa satu hektare jagung hingga saat ini sudah menyumbang sekitar 130 hektare dari seluruh luasan keseluruhan lahan jagung di Kabupaten Sambas yang sekarang sudah menyentuh 320 hektare. Hal ini sesuai data Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Polres Sambas.

Secara umum, luasan lahan jagung yang ada mencapai 320 hektare. Dari angka itu, 160 hektare di kuartal ini, kemudian 130 hektare dari program satu desa satu hektare, dan sisanya dari swadaya masyarakat atau pihak lainnya yang berkontribusi mendukung program ketahanan pangan. 

“Kami mengapresiasi semua pihak, petani, masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga dukungan dari Bupati Sambas, yang terus bersinergi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan,” kata Kapolres Sambas saat panen serentak  Kuartal III bersama Bupati Sambas, H Satono di Dusun Arung Kuang, Desa Simpang Empat, Kecamatan Tangaran, yang terintegrasi dengan panen serentak Nasional secara Zoom.

Diharapkan, hasil panen nantinya akan terus meningkat, sehingga semakin banyak jagung dari Kabupaten Sambas yang bisa dijual ke Bulog. “Kami berharap, semangat kebersamaan ini terus dijalin dalam rangka program ketahanan pangan secara nasional,” katanya.

Bupati Sambas, H Satono mengapresiasi semangat dari kepolisian, para petani, dan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui dinas terkait akan terus memberikan dukungan.

“Kami menghaturkan apresiasi ke Kapolres Sambas, kolaborasi yang luar biasa untuk membangun ketahanan pangan, karena Sambas memiliki potensi lahan, sehingga kami berharap semua pihak bersama-sama ambil bagian menyukseskan program ini,” katanya.

Diharapkan hasil jagung dari petani bisa terserap oleh Bulog dengan harga yang memadai sehingga hal ini akan menjadi penyemangat bagi para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.

“Harga jual hasil panen menjadi salah satu pendukung keberlangsungan pertanian, sehingga kami berharap Bulog bisa menyerap hasil pertanian di Kabupaten Sambas,” katanya.

Dalam pelaksanaan panen serentak di Dusun Arung Kuang, Desa Simpang Empat juga dilaksanakan program Gerakan Pagan Murah, di mana warga bisa membeli beras dengan harga Rp60 ribu per lima kilogram. Harga ini lebih rendah dibanding di pasaran.(fah) 

Editor : Hanif
#pertanian #Divhumas Polri #Ditjen #jagung #polres sambas #ketahanan pangan #tanaman pangan