Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bulog Siap Serap Jagung Sambas, Dukung Program Ketahanan Pangan

Fahrozi PP • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:34 WIB
PANEN JAGUNG: Pelaksanaan panen jagung yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.
PANEN JAGUNG: Pelaksanaan panen jagung yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.

PONTIANAK POST - Bulog Divre Singkawang akan terus menyerap hasil jagung di wilayah kerjanya, yakni Sambas, Singkawang dan Bengkayang. Hal tersebut disampaikan, Rinaldi, dari Perum Bulog Kantor Singkawang, belum lama ini.

Disampaikan Rinaldi, hingga saat ini, lebih dari 72 ton jagung dari Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas, yang merupakan wilayah kerjanya.

“Kalau jagung dari tiga wilayah kerja, yakni Singkawang, Bengkayang dan Sambas, sudah mencapai 72 ton 250 kilogram yang sudah diserap Bulog,” kata Rinaldi, saat ditemui di Kabupaten Sambas, belum lama ini.

Khusus untuk Kabupaten Sambas, hingga saat ini sudah terserap sekitar 14 ton 50 kilogram jagung. “Kalau khusus jagung dari Kabupaten Sambas sekitar 14 ton 50 kilogram dari total 72 ton 250 kilogram,” katanya.

Ditanya mengenai target serapan hingga Desember 2025, Rinaldi menyampaikan Bulog akan menyerap sekitaran tiga ribuan ton untuk di Kalimantan Barat.

“Kalau untuk Perum Bulog Singkawang, nanti menyesuaikan dengan harapan seluruh jagung yang ada di Singkawang, Bengkayang dan Sambas bisa terserap seluruhnya,” katanya.

Ketika ditanya untuk harga beli, Bulog Singkawang menghargai Rp6.400 per kilogramnya. “Harga beli jagung yang diantarkan Polres Sambas, biasanya dibeli Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogramnya,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan jagung yang bisa diserap Bulog harus memenuhi kriteria, diantaranya standar kekeringan dengan angka tertentu. “Kadar air jagung harus 14 persen, dan kadar aflatoksinnya 50 ppb,” katanya.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menyampaikan program satu desa satu hektare jagung hingga saat ini, sudah menyumbang sekitar 130 hektare dari seluruh luasan lahan jagung di Kabupaten Sambas yang sekarang sudah menyentuh 320 hektare.

Menurutnya, dari angka itu, ada 160 hektare di kuartal ini, kemudian 130 hektare dari program satu desa satu hektare, selebihnya dari swadaya sejumlah masyarakat, serta pihak lainnya yang berkontribusi mendukung program ketahanan pangan. 

“Kami mengapresiasi semua pihak, petani, masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga dukungan dari Bupati Sambas, yang terus bersinergi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan,” kata Kapolres Sambas.

Diharapkan, hasil panen nantinya akan terus meningkat, sehingga semakin banyak jagung dari Kabupaten Sambas yang bisa dijual ke Bulog. “Kami berharap, semangat kebersamaan ini terus dijalin dalam rangka program ketahanan pangan secara Nasional,” katanya.

Bupati Sambas Satono mengapresiasi semangat dari kepolisian, para petani masyarakat untuk mewujudkan program ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Sambas, melalui dinas terkait akan terus memberikan dukungan.

“Kami menghaturkan apresiasi ke Kapolres Sambas, kolaborasi yang luar biasa untuk membangun ketahanan pangan, karena Sambas miliki potensi luasan lahan, sehingga kami berharap semua pihak bersama-sama ambil bagian sukseskan program ini,” katanya.

Diharapkan, jagung yang dari petani, bisa terserap oleh Bulog dengan harga yang memadai. Sehingga hal ini akan menjadi penyemangat bagi para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.

“Harga jual hasil panen menjadi salah satu pendukung keberlangsungan pertanian, sehingga kami berharap Bulog bisa menyerap seluruh hasil pertanian di Kabupaten Sambas,” katanya. (fah) 

Editor : Hanif
#jagung #sambas #ketahanan pangan #Perkuat #Bulog Singkawang