PONTIANAK POST- KEMENTERIAN Diktisaintek akan menyiapkan anggaran sebesar Rp57,5 miliar dalam mendorong penelitian di perguruan tinggi meningkatkan penelitian atau risetnya dengan banyak melibatkan unsur masyarakat.
Hal inipun disambut dengan baik senyumlah kampus, diantaranya Politeknik Negeri Sambas (Poltesa).
Disampaikan Direktur Poltesa, Dr. Yuliansyah, dirinya akan berupaya maksimal menjadikan Poltesa sebagai pusat pendidikan tinggi vokasi unggulan, yang diantaranya memiliki fokus pada penguatan riset terapan dan hilirisasi produk inovasi berbasis kearifan lokal.
“Kami akan berupaya maksimal, menjadikan Poltesa sebagai kampus unggulan di Kalimantan Barat yang mampu mencetak lulusan kompeten, berdaya saing global, serta relevan dengan kebutuhan industri.
Kami juga akan fokus pada penguatan riset terapan dan hilirisasi produk inovasi kearifan lokal, untuk itu saya mohon bantuan dan dukungan dari seluruh sivitas Poltesa untuk merealisasikan program ini,” katanya.
Perlu diketahui, Direktur Desimenasi dan Pemanfaatan Saintek Kementerian Diktisaintek Yudi Darma menyebutkan anggaran sebanyak Rp57,5 miliar disiapkan pemerintah dalam rangka program hilirisasi hasil penelitian atau riset.
Dimana setiap kampus mengusulkan risetnya, selanjutnya Kementerian Diktisaintek melakukan penilaian. Hasilnya nanti akan diberikan pendanaan untuk hilirisasi hasil riset tersebut.
Namun yang perlu diingat, dalam riset atau penelitian, kampus harus lebih banyak melibatkan unsur masyarakat, kemudian melibatkan masyarakat diantaranya dengan menggandeng pelaku UMKM, dengan harapan perguruan tinggi dengan segala keunggulan SDM yang dimiliki, bisa melakukan riset atau inovasi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Dalam hilirisasi riset tidak berseberangan dengan kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) yang sudah berjalan di kampus. Hasil penelitian yang dilakukan P2M bisa bermuara pada publikasi ilmiah.
Sementara hasil riset atau penelitian di kampus bisa diterapkan di masyarakat. Mereka nanti akan memilih penelitian yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (fah)
Editor : Hanif