Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Desa Merabuan Perkuat Posyandu untuk Percepatan Penurunan Stunting

Fahrozi PP • Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:35 WIB

 

Ilustrasi stunting. (IST)
Ilustrasi stunting. (IST)

PONTIANAK POST- Pemerintah di tingkat desa akan turun langsung melakukan pemantauan dan pendampingan kegiatan Posyandu dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting.

Disampaikan Kepala Desa Merabuan Kecamatan Tangaran, Darmono, pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan kegiatan Posyandu. “Seluruh Jajaran pemdes, terlibat dalam kegiatan pemantauan langsung dan pendampingan kegiatan-kegiatan posyandu,” kata Darmono.

Pemerintah desa, juga terlibat dalam kegiatan program kesehatan bersama petugas dari Posyandu. “Jajaran kami sudah dilibatkan pada kegiatan-kegiatan posyandu, termasuk terkait dengan efektivitas pendataan di tingkat Posyandu, yang juga melibatkan pendataan langsung di Tim Pendamping Keluarga atau TPK untuk selanjutnya bersinergi dengan Puskesmas,” katanya.

Kepala Puskesmas Simpang Empat, Kecamatan Tangaran, Dulhadi menyampaikan diperlukan komitmen bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa atau TPPS yang telah terbentuk dengan pemerintah desa setempat.

”TPPS Desa atau jajaran pemdes yang terlibat, sekiranya melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan Posyandu, sehingga ketika terdapat permasalahan, dapat langsung diambil tindakan atau intervensi, semisal langsung rujukan atau langkah lainnya,” kata Dulhadi.

Camat Tangaran Suhut Firmansyah menegaskan, diperlukan komitmen dan keseriusan lintas sektoral pada penanganan percepatan penurunan stunting.

Termasuk di tingkat desa, karena desa menjadi ujung tombak. Sehingga semua pihak, terlibat langsung menjadi agen perubahan guna memberikan kepedulian pada  penanganan stunting. Termasuk BPD hingga relawan desa.

”Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, meskipun terjadi penurunan dibanding sebelum-sebelumnya, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan bersama dan mempersiapkan strategi dalam rangka mempercepat penurunan stunting secara signifikan,” kata Suhut saat Minilokakarya Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Tangaran,

Diharapkan melalui forum ini, menjadi media penting penyatuan persepsi dan komitmen terhadap penanganan stunting di Kecamatan. “Melalui momentum pertemuan ini, bersama-sama menelaah kembali, capaian hingga permasalahan yang masih ditemui dilapangan terhadap upaya menekan angka stunting,” katanya.

Stunting bukan hanya sekadar permasalahan pertumbuhan anak yang terhambat. Namun berdampak luas terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh dan produktivitas ekonomi di masa depan.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, lebih rentan terhadap penyakit, serta berpotensi mengalami kesulitan dalam bersaing di dunia kerja saat dewasa. Karenanya, setiap lini di desa diharapkan memberikan kepedulian yang besar terhadap tumbuh kembang generasi muda. Untuk TPPS Desa, dusun juga sangat penting terlibat aktif,” katanya.

Bersama lintas sektoral yang terlibat di Mini Lokakarya, Camat Tangaran merancang penerapan Desa Model Penurunan Stunting. Harapannya, konsep Desa Model menghadirkan akselerasi atau percepatan yang tidak biasa terhadap komitmen penurunan stunting.

”Dengan Desa Model, diyakini pencapaian target penurunan lebih signifikan, pengimplementasian atau penerapan pendekatan-pendekatannya lebih efektif atau lebih mengena sasaran, dan yang penting, bagaimana dengan Desa Model, semua lini berkomitmen bergerak, bersatu dan membersamai pada penanganan ini,” katanya. (fah)

Editor : Hanif
#tpps #stunting #kesehatan masyarakat #sambas #posyandu