PONTIANAK POST - SEORANG pria asal Kepulauan Riau ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Selasa (21/10) pagi. Dari hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian, korban yang diketahui bernama Darwani (67), warga Desa Sungai Lakum, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya.
Kapolsek Pemangkat, AKP Ronald Deny Napitupulu, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari manajemen hotel yang curiga setelah korban tidak memberikan respons saat dipanggil.
“Pihak hotel menghubungi Polsek Pemangkat karena curiga. Setelah petugas datang dan membuka kamar, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan pihak hotel, korban sebelumnya datang ke Pemangkat untuk berobat lantaran menderita darah tinggi dan penyakit jantung. Ia menginap di hotel tersebut untuk beristirahat sebelum kembali ke Karimun pada hari yang sama. “Dari keterangan saksi dan pihak hotel, korban berencana pulang ke Karimun hari itu. Namun saat rekannya datang menjemput, kamar korban terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban,” jelas Kapolsek.
Rekan korban kemudian melapor ke pihak hotel. Dengan bantuan tangga, mereka mengintip melalui kaca atas pintu dan melihat korban sudah terbaring di tempat tidur dalam kondisi tidak bergerak. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Pemangkat segera tiba di lokasi, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Pemangkat untuk dilakukan visum. “Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Waktu kematian diperkirakan kurang dari enam jam sebelum ditemukan,” terang AKP Ronald.
Ia menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur, dan pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, Polsek Pemangkat menerima laporan penemuan mayat di kamar hotel sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar, namun situasi segera dapat dikendalikan setelah dilakukan evakuasi oleh petugas. (fah)
Editor : Hanif