PONTIANAK POST - Seorang anak buah kapal (ABK) meninggal dunia di kapal. Diketahui korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada, sebelum dua puluh menit setelahnya didapati sudah tidak bernyawa.
“Anggota Satpolairud Polres Sambas menerima informasi dari Nakhoda KM. Wirangga, dimana satu ABK-nya meninggal dunia di atas kapal yang sedang lego jangkar di perairan Laut Subi Provinsi Kepulauan Riau,” kata Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko.
Mendapatkan informasi tersebut, personil Satpolairud segera mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban, yang selanjutnya diketahui korban adalah Mulyadi (49), warga Desa Parit Baru, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.
Begitu tiba di kapal, pemeriksaan dilakukan termasuk memintai keterangan sejumlah saksi yang ada. Dimana kejadian tersebut bermula, ketika pada Sabtu (25/10), sekitar pukul 15.00 WIB, saksi yang juga ABK akan Salat Ashar, kemudian mengambil wudhu di ruang bawah, saat itulah saksi ini melihat Mulyadi dalam keadaan tak berdaya dan mengeluhkan sakit pada bagian dadanya,” katanya.
Mendapati satu rekannya sakit, saksi pun memberitahukan kepada yang lain. Sehingga Mulyadi dibawa ke ruangan untuk beristirahat.
“Mulyadi sudah dibawa ke sebuah ruangan untuk beristirahat, namun selang 20 menit kemudian, Mulyadi semakin menunjukkan tanda-tanda sakit yang bertambah, dimana seperti nafas sudah tidak menentu, begitu ditanya sudah kurang respon, dan begitu di cek diduga sudah tidak bernyawa,” katanya.
Atas kejadian itu, disampaikan ke Nakhoda kapal untuk bisa dibawa dan sebelumnya kejadian itu dilaporkan ke Satpolairud Polres Sambas. “Korban sempat dievakuasi, selanjutnya dibawa ke RSUD Pemangkat, dan hasil pemeriksaan visum oleh dokter di RSUD Pemangkat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan kematian didasarkan pada sebab sakit,” katanya.
Hal ini juga diperkuat dengan keterangan pihak keluarga, dimana korban juga sering mengeluhkan sakit. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman. (fah)
Editor : Hanif