PONTIANAK POST - Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari terlihat memainkan peralatan permainan tradisional berupa egrang atau jangkak yang disiapkan di lokasi Car Free Day Sambas, Minggu (2/11). Legislator Gerindra Sambas tersebut bersama anak-anaknya serta masyarakat yang hadir di CFD antusias memainkan berbagai permainan tradisional.
Selain egrang atau jangkak, ada pula terompah serta hulahop. Permainan tradisional menjadi cirikhas CFD Sambas. Alat- alat tersebut disiapkan panitia yang bisa digunakan secara gratis pengunjung CFD. Selain sehat, hal ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan memori permainan zaman dahulu dan mengenalkan kepada anak-anak tentang berbagai permainan tradisional.
Selain permainan tradisional, pengunjung CFD Sambas juga bisa mengikuti senam bersama dengan instruktur yang sudah disiapkan. Setelah selesai senam atau berolahraga, warga juga dapat menikmati berbagai kuliner untuk sarapan di lokasi CFD.
Sejumlah pedagang UMKM kuliner memang banyak terdapat di sekitar area CFD. Sesuai data instansi terkait, sudah sekitar 150an pelaku UMKM yang berjaja makanan maupun minuman di tempat tersebut. Pendataan dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Perhubungan serta Diskumindag bersama panitia pelaksana lapangan. Dari pendataan beberapa minggu terakhir, selalu ada penambahan jumlah pedagang.
Menyikapi besarnya minat pedagang untuk berjualan, penataan dan pengaturan juga terus dilakukan demi ketertiban dan memberikan kenyamanan bagi para pedagang maupun pengunjung yang datang ke CFD.
“Kalau saat ini, yang terdata sudah lebih dari 150 lapak atau pedagang yang berjualan di area CFD, kemudian masih terus ada penambahan,” kata Pelaksana lapangan CFD Sambas, Indra Nova.
Tak menutup kemungkinan di setiap pelaksanaan CFD, selalu ada pedagang baru yang datang untuk berjualan. Meski demikian, kegiatan-kegiatan lain yang ada di CFD Sambas, seperti senam, permainan tradisional hingga lainnya juga diminati.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Hendi Irawan menyampaikan pihaknya bersama dinas lain seperti Diskumindag terus berkoordinasi berkaitan dengan tingginya antusiasme pedagang berjualan di CFD. Hal ini dalam rangka pengaturan dan demi ketertiban serta kenyamanan bersama. Menurutnya, pelaksanaan CFD akan dilakukan evaluasi bersama, baik dari Dishub, Diskumindag maupun pelaksana lapangan, sehingga apa yang menjadi kekurangan nantinya akan diperbaiki.(fah)
Editor : Hanif