PONTIANAK POST – Warga dikejutkan dengan terjadinya kebakaran hebat yang menghanguskan kurang lebih sepuluh unit bangunan mes atau barak karyawan milik sebuah perusahaan Perkebunan sawit PT Laik. Desa Sijang, Kecamatan Galing.
Si jago merah sempat membumbung tinggi yang dalam sekajap menghabiskan unit bangunan yang bermaterialkan kayu. Warga Bersama dengan karyawan yang berupaya memadamkan api pun tak membuahkan hasil, sehingga bangunan dan beberapa isi dan barang berharga ludes.
Kebakaran yang melanda barak karyawan tersebut dibenarkan pihak kepolisian. Dimana informasi tersebut diterima pada Senin (10/11) sekitar pukul 17.20 WIB. Selanjutnya Polsek Galing Polres Sambas mendatangi lokasi yakni di perumahan atau barak Karyawan PT LAIK Desa Sijang.
“Karena material bangunan didominasi bahan kayu, kebakaran dengan cepat membesar dan merembet, sehingga sepuluh unit barak habis terbakar,” kata Kapolsek Galing Iptu Eko Zaenudin.
Atas kejadian tersebut, petugas kepolisian Bersama pihak perusahaan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Kemudian sejumlah saksi dimintai keterangan, terutama warga ataupun karyawan yang melihat musibah tersebut.
Hasil sementara dari pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi, saat kejadian, barak yang ada diantaranya sudah dalam kondisi kosong karena penghuninya sudah berangkat bekerja. Namun, asap ataupun api, pertama kali muncul dari barak nomor 1 Blok D.
“Dari keterangan saksi, api berasal dari rumah nomor 1 Blok D yang sedang kosong dan terkunci karena penghuninya sedang bekerja,” katanya.
Selanjutnya api terus membesar dan merembet ke bangunan lain. Sehingga kurang lebih sepuluh menit, api yang membesar menghanguskan sepuluh unit bangunan yang ada.
“Kebakaran terjadi selama kurang lebih 10 menit dan menghanguskan 10 unit mes karyawan yang terbuat dari kayu papan dengan lantai cor beton,” katanya. Bahkan, saking cepatnya beberapa barang tidak berhasil diselamatkan.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan, mengambil dokumentasi serta barang bukti. Dimana hasil penyelidikan sementara, dugaan penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. “Ratusan juta rupiah kerugian yang dialami pihak perusahaan atas kejadian tersebut,” katanya.
Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran, Polres Sambas mengimbau kepada pihak perusahaan melakukan pengecekan instalasi listrik secara rutin serta waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama saat menggunakan genset dan peralatan listrik. (fah)
Editor : Hanif