PONTIANAK POST - Kementerian Agama Kabupaten Sambas mendorong agar seluruh masjid maupun musala di Kabupaten Sambas menjadi tempat ibadah yang ramah bagi anak, disabilitas, musafir, UMKM dan lingkungan.
Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Sambas, Mursidin, menyebutkan pihaknya akan terus menyosialisasikan program masjid ramah bagi anak, disabilitas, musafir, UMKM serta lingkungan.
“Kami akan terus mendorong, bagaimana pengurus masjid, menjadikan masjid di Kabupaten Sambas menjadi tempat yang ramah bagi anak, disabilitas, musafir, UMKM serta lingkungan,” kata Mursidin, belum lama ini.
Hal tersebut, sudah dilaksanakan di beberapa masjid yang ada di Indonesia. Bagaimana sebuah masjid menyiapkan tempat bagi para musafir, diantaranya tempat istirahat, termasuk tempat charger handphone.
Kemudian ramah bagi disabilitas, yakni mengupayakan sarana agar warga disabilitas bisa dengan mudah beribadah di masjid tersebut. Ramah bagi anak, bagaimana masjid melalui pengurusnya, memberikan kesempatan bagi anak agar terbiasa di masjid tanpa rasa takut.
Ramah bagi UMKM, pengurus masjid bisa memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil jika ingin membuka usahanya di sekitaran masjid. Serta ramah lingkungan, bagaimana pengurus masjid mengelola air bekas wudhu untuk ditampung yang nantinya bisa digunakan untuk menyiram tanaman atau lainnya.
“Hal inilah yang kedepannya akan terus didorong dan disosialisasikan kepada pengurus masjid yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mursidin menyampaikan hingga saat ini yang terdata ada sekitar 1.333 masjid atau musala yang ada di Kabupaten Sambas.
“Kalau sesuai data, sekitar 800-an lebih itu adalah masjid, selebihnya adalah musala atau langgar, dan dimungkinkan angka tersebut masih lebih karena ada diantaranya masih dalam proses pendataan,” katanya. (fah)
Editor : Hanif