PONTIANAK POST - Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, diprediksi ada peningkatan arus penumpang dan barang di Pelabuhan Sintete sekitar 10 hingga 15 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala KSOP Kelas IV Sintete, Hary Suryanto, belum lama ini.
“Kalau mengacu pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, aktivitas penumpang dan barang di Pelabuhan Sintete di Nataru 2025 diprediksi meningkat 10 hingga 15 persen,” kata Hary Suryanto.
Menurutnya, peningkatan tersebut didominasi penumpang dan muatan barang yang melakukan perjalanan dari Kepulauan Riau (Kepri) ke Sintete untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, kemudian warga Kalbar yang kembali ke Kepri.
Sebagai langkah antisipasi dalam hal keselamatan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait lainnya termasuk aparat keamanan. “Menjelang lonjakan aktivitas Nataru 2025, kami berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelayaran. Termasuk dengan Kapal, yang harus menjalani pemeriksaan kelaiklautan rutin, kemudian membangun posko Nataru,” katanya.
Pemeriksaan barang bawaan penumpang, sebutnya, juga secara ketat akan dilakukan guna mencegah penyelundupan barang ilegal, mencegah sesuatu kejadian yang tidak diinginkan di atas kapal saat kapal berlayar.
“Kami imbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mempersiapkan tiket jauh hari, datang tepat waktu, serta mematuhi semua prosedur keselamatan dan protokol kesehatan yang berlaku selama berada di pelabuhan dan di atas kapal,” katanya.
KSOP juga berkoordinasi aktif dengan BMKG berkaitan dengan kondisi cuaca yang itu berpengaruh terhadap keselamatan transportasi laut. “Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan BMKG, yang nantinya perkiraan cuaca akan disampaikan kepada kepada nakhoda dan penumpang,” katanya.
Sebagai angkutan utama di Pelabuhan Sintete, KM Sabuk Nusantara 36 nantinya bukan saja membawa penumpang, tapi juga membawa logistik, terutama bahan kebutuhan pokok di pulau-pulau terpencil.
“KM Sabuk Nusantara 36 menjadi armada utama yang disiagakan untuk melayani rute R-9 Sintete, menghubungkan Kalbar dengan pulau-pulau terpencil di Kepri dan sekitarnya,” katanya.
KM Sabuk Nusantara 36 melayani rute strategis yang menghubungkan pulau-pulau terpencil, yaitu: Sintete – Serasan – Subi – Ranai/Penagi – P. Laut – Sedanau – Midai – Tarempa – Letung – Tanjungpinang – Tambelan, dan kembali ke Sintete.(fah)
Editor : Hanif