Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

CFD Terakhir 2025 di Sambas, Warga Berburu Kue Tradisional dan Nikmati Kuliner Lokal

Fahrozi PP • Senin, 29 Desember 2025 | 14:19 WIB
DIBURU: Aneka jajanan tradisional yang dijual di arena CFD Sambas diserbu pengunjung.
DIBURU: Aneka jajanan tradisional yang dijual di arena CFD Sambas diserbu pengunjung.

PONTIANAK POST - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) Sambas pada Minggu (28/12) menjadi agenda rutin terakhir pada tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat yang mengikuti senam bersama, berolahraga, serta menikmati beragam kuliner yang dijajakan pelaku usaha.

Sejak pagi hari, para pedagang mulai menempati area CFD Sambas untuk menjajakan dagangannya. Aktivitas masyarakat diawali dengan berjalan kaki, berlari, hingga mengikuti senam bersama. Usai berolahraga, pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja aneka kuliner, termasuk jajanan tradisional khas Sambas yang kini mulai jarang ditemui.

Salah seorang pengunjung, Leman, mengaku datang ke CFD Sambas untuk berburu kue tradisional. “Tadi belanja kuliner, aneka kue zaman dulu yang memang tidak mudah ditemukan sekarang, seperti doko-doko, kue lapis, kelapon, dan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan CFD Sambas terus dilaksanakan karena selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, juga memberi tempat bagi pedagang untuk menjual berbagai produk, termasuk kue-kue tradisional.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas Hendi Irawan menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan CFD adalah mengurangi tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan UMKM.

“CFD tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi UMKM. Selain itu, kegiatan senam sehat bersama turut mengangkat keberadaan sanggar-sanggar senam yang saat ini cukup banyak di Kabupaten Sambas,” katanya.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan terus berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait dalam pelaksanaan CFD. Di antaranya Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas terkait pelaku usaha, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) mengenai kebersihan area kegiatan.

Di tempat yang sama, Hari Sandi dari Bidang Perdagangan Diskumindag Kabupaten Sambas menyebutkan jumlah pelaku usaha kecil dan UMKM yang bergabung di area CFD mencapai ratusan. Bahkan, masih banyak pelaku usaha lain yang berminat untuk berjualan di lokasi tersebut.(fah)

 

Editor : Hanif
#UMKM Sambas #kuliner tradisional #sambas #kue tradisional #CFD Sambas