Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masjid Jami’ Sambas Gelar Sajadah Fajar, Buku Biografi Terkenal Dibagikan ke Tokoh Masyarakat

Fahrozi PP • Senin, 26 Januari 2026 | 14:13 WIB
YM Pangeran Ratu M Tarhan saat menyerahkan buku yang disusun Ustadz Anhari kepada sejumlah pihak.
YM Pangeran Ratu M Tarhan saat menyerahkan buku yang disusun Ustadz Anhari kepada sejumlah pihak.

PONTIANAK POST - Pembagian cinderamata berupa buku berjudul Cahaya Suluh Berseri Dari Lentera Negeri yang merupakan biografi Muhammad Basiuni Imran dan Ahmad Fauzi Imran yang disusun Ustadz Anhari Murtaba Muhammad Chan, menjadi rangkaian kegiatan Sajadah Fajar Sambas Putaran 69 yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Sultan Muhammad Syafiuddin II, Sabtu (24/1) subuh.

Buku yang diantaranya berisikan pemikiran Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran ini diserahkan secara langsung Yang Mulia Pangeran Ratu Muhammad Tarhan didampingi penyusun Ustadz Anhari, kepada Kepala Kemenag Sambas, Ketua MUI Kabupaten Sambas, Ketua Sajadah Fajar Sambas dan Tebas, Rektor Unissas, Camat Sambas serta kepada sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan Sajadah Fajar, Ketua Harian Takmir Masjid Agung Jami’ Sultan Muhammad Syafiuddin II Sambas, Herji menyampaikan sejarah pembangunan masjid yang berada di Kompleks Keraton Alwatzikoebillah Sambas. Kemudian pihaknya menyampaikan apresiasi pelaksanaan Sajadah Fajar.

“Kami berharap melalui Sajdah Fajar yang terus dilaksanakan, dapat menjadi ajang menjadikan Kabupaten Sambas menjadi daerah yang religius,” kata Herji.

YM Pangeran Ratu M Tarhan menyampaikan terimakasih kepada tim Sajadah Fajar, yang kali ini berkegiatan di Masjid yang ada di Kompleks Keraton Alwatzikoebillah. Kemudian dalam kesempatan itu, M Tarhan juga menyampaikan bagaimana orang-orang pendahulu, termasuk Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran peduli dengan kemajuan daerah, terutama dalam hal pendidikan. Sehingga bangunan sekolah menjadi sarana yang dibuat.

“Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran pernah menyampaikan, kalau orang di Kabupaten Sambas mau menjadi hebat, harus punya sekolah. Dan Itulah yang dulu juga dilakukan para pendahulu sehingga apa yang menjadi pemikirannya, sebagai cikal bakal lahirnya orang-orang hebat dari Sambas,” katanya.

Sementara itu, sebagai penceramah dalam kegiatan Sajadah Fajar Sambas putaran 69, Rektor Unissas, H Arnadi Arkan menyampaikan tak lama lagi umat Islam akan menghadapi Bulan Ramadan. Sehingga di Bulan Sya’ban sekarang ini, menjadi lahan untuk persiapan menghadapi bulan yang diwajibkan bagi Muslim untuk berpuasa satu bulan penuh.

“Jika diibaratkan, ada dua bulan sebelum Ramadan, yakni Rajab yang merupakan bulan menanam, kemudian Sya’ban bulan menyiram dan puasa adalah bulan menikmati hasil, sehingga dalam riwayat Nabi, Sya’ban akan diperbanyak puasa sunah, sebagai persiapan menghadapi puasa di Ramadan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Arnadi juga menyampaikan pentingnya melaksanakan Salat yang merupakan kewajiban bagi Muslim. Karena Salat menjadi pembeda antara pemeluk atau umat lainnya di muka bumi.

Sekretaris Sajadah Fajar Sambas, Suadeoni menyampaikan Masjid Jami’ Sultan Muhammad Syafiuddin II menjadi tempat pelaksanaan Sajadah Fajar ke 69. Selanjutnya putaran ke 70 akan dilaksanakan di Sekura Teluk Keramat yang menjadi kegiatan terakhir karena memasuki Bulan Ramadan.(fah)

Editor : Hanif
#masjid jami #sajadah fajar #buku biografi #sambas