Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Langsat Jatuh, Petani Dusun Sawah Terpaksa Saksikan Buahnya Busuk di Tanah

Fahrozi PP • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:28 WIB
PANEN LANGSAT: Seorang warga saat memanen langsat di kebunnya.
PANEN LANGSAT: Seorang warga saat memanen langsat di kebunnya.

PONTIANAK POST – Dusun Sawah, Kecamatan Sajingan Besar, selain penghasil durian, banyak warganya juga memiliki pohon langsat yang siap dipanen. Namun buah tersebut tak terjual saat masuki masa panen.

Seperti diakui Lambertus (55), warga Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar. Dirinya memiliki sekitar 20 batang pohon langsat. Di akhir 2025, panennya cukup melimpah. Hanya saja buahnya tak terjual karena memang tak ada harganya.

“Kalau milik keluarga ada sekitar 20 batang, dan lumayan kalau musim berbuah, sangat melimpah, namun buahnya tak bisa terjual karena harga yang cukup rendah,” kata Lambertus.

Padahal, di tahun sebelumnya, langsat dari kebunnya bisa terjual, dan ada pihak tengkulak yang datang mengambil langsat. Hanya saja di tahun ini, tidak ada sampai buah berjatuhan busuk.

“Banyak yang berbuah, tahun ini tidak ada sama sekali dijual karena harga sangat rendah hingga buah sampai berjatuhan busuk, padahal panen di tahun sebelumnya masih ada harganya dan masih laku,” katanya.

Kalau seluruh batangnya berbuah, Lambertus biasanya bisa memanen hingga satu ton langsat. Namun di tahun ini buahnya tak ada yang membeli sehingga banyak yang busuk jatuh di tanah.

“Kalau banyaknya buah saat panen bisa sampai 1 ton. Di  tahun lalu masih ada harga, 1 kilogramnya Rp10.000, tapi di tahun ini tidak ada (harga) sama sekali,” katanya.

Lambertus pun merasa sedih atas kondisi yang ada, melihat buah langsat miliknya banyak busuk jatuh ke tanah. Bahkan kondisi ini juga dialami warga lainnya yang juga rata-rata memiliki pohon langsat.

“Sedih rasanya lihat hasil alam tidak ada harganya sama sekali. Itu bukan cuman punya saya, tapi warga kampung juga seperti itu. Kami berharap di panen berikutnya ada pihak yang membeli hasil kebun kami,” katanya. (fah)

Editor : Hanif
#Harga rendah #panen #sambas #Langsat #Musim Buah