PONTIANAK POST - Peran swasta diantaranya perkebunan kelapa sawit menjadi penting dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Diantaranya menyiapkan lahan untuk ditanami jagung melalui penyiapan lahan jagung maupun sistem tumpang sari.
Hal ini dilakukan PT Karya Boga Mitra (KBM) serta PT Karya Boga Kusuma (KBK) yang merupakan anak perusahaan PT Agrina Sawit Persada (ASP) menyiapkan lahan khusus di tengah perkebunan sawit untuk ditanami jagung.
Seperti yang dilakukan pada Rabu (18/2). Dihadiri Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, Wakapolres Sambas dan jajaran, kemudian Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriyadi. Setelah melakukan panen, bersama dengan Deputi Plasma, Yakobus Ratuanik, serta Andreas Utario GMP ASP Region Rayon Sambas dan jajaran, Camat Subah, Tokoh Masyarakat, Poktan, Tokoh Adat, Kepala Desa Madak, karyawan perusahaan dan masyarakat, melakukan penanaman bibit jagung di area telah disiapkan di PT KBM dan PT KBK di Desa Madak, Kecamatan Subah.
Deputi Plasma Yakobus Ratuanik menyampaikan pada 2024, pihaknya mendapatkan informasi dari pemerintah daerah, kemudian diprakarsai Polres Sambas, untuk pengembangan kebun jagung,
“Kalau yang dilakukan sekarang, adanya panen yang kedua kali, dimana program ini sudah dimulai 2024, dimana mendapatkan informasi kegiatan dari pemerintah dalam hal ini diprakarsai oleh Polres Sambas untuk pengembangan kebun jagung. di hamparan lahan kebun sawit. Lahan ini sebelumnya akan ditanami sawit, namun karena ini menjadi program yang perlu didukung, kami menjadikan sebagai lahan jagung,” kata Yakobus.
Dirinya menyampaikan, di penanaman pertama dan kedua, panen belum maksimal atau kurang dari target. Dengan adanya dukungan Pemda dan Polres Sambas dan kerjasama yg baik dengan masyarakat setempat selama ini, kiranya di program panen ketiga nanti, diharapkan bisa mencapai produksi maksimal.
“Kami melibatkan jajaran di bagian kebun, kemudian bersama dengan masyarakat serta Poktan, menggarap lahan dan Alhamdulillah bisa mencapai produksi jagung sekitar empat ton untuk dua hektare lahan,” katanya. PT KBM dan PT KBK akan terus maksimal dalam mendukung program Presiden RI dalam mewujudkan ketahanan pangan komoditas jagung.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati WIbowo menyampaikan apresiasi kepada PT KBM dan KBK yang mendukung program Presiden RI untuk ketahanan pangan. “Peran swasta, seperti PT KBM dan KBK menjadi bagian penting untuk sukseskan program yang tujuannya kedaulatan pangan, kami juga sampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah, poktan, pokmas dan pihak lainnya yang terus berkolaborasi dalam kesuksesan program ketahanan pangan,” kata Kapolres Sambas.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas Apriyadi. Dirinya menyebutkan kolaborasi telah terjalin dengan baik untuk dukung program ketahanan pangan. “Kedepannya, bagaimana mendorong lagi agar jagung sama dengan tanaman padi, karena Sambas sudah terkenal dengan Lumbung Pangan Kalbar,” katanya.
Rita Ahi, Camat Subah menyampaikan di wilayahnya, dalam rangka ketahanan pangan antara perusahaan perkebunan sawit, PPL, Todat, Tomas dan masyarakat Desa Madak khususnya, sudah berkolaborasi dengan baik. (fah)
Editor : Hanif