PONTIANAK POST - Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menyampaikan dalam pemaksimalan lahan untuk tanam jagung tak sampai mengganggu lahan komoditi pangan lainnya terutama padi.
Disampaikannya, pada program penanaman jagung, Polres Sambas terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, kelompok tani (poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta masyarakat.
Koordinasi yang baik ini, menghasilkan luasan lahan hingga saat ini di Kabupaten Sambas sudah mencapai sekitar 417,84 hektare. “Alhamdulillah, berkat koordinasi, sinergi yang baik sudah mencapai 417.84 ha lahan penanaman jagung yang ada di Kabupaten Sambas,” katanya.
Sehingga di 2026, secara luasan lahan ditargetkan akan bertambah sedikit. Hanya bagaimana di tahun ini pemaksimalan hasil panen jagung. “Kami menargetkan paling tidak dua kali dari hasil panen hingga 2025, dimana sekitar 433 ton, sehingga di 2026 bagaimana ditargetkan bisa panen jagung 800 ton,” katanya.
Pihak Polres Sambas, akan terus mendukung dan melakukan pendampingan kepada petani bersama dengan Dinas Pertanian dan PPL, sehingga panen di 2026 bisa sesuai dengan target.
Penanaman jagung, sebutnya, menjadi program ketahanan pangan yang harus disukseskan bersama. Sehingga program ini juga secara langsung berdampak bagi kamtibmas, karena banyak petugas polisi lebih sering turun ke masyarakat.
Kemudian jika berhasil, program jagung memberikan manfaat ekonomi bagi warga dengan harapan meningkatkan ekonomi berdampak baik bagi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (fah)
Editor : Hanif