PONTIANAK POST - Semua pihak diharapkan terus bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga agar tak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana.
Lantaran saat ini cuaca panas terjadi, kemudian di beberapa wilayah hujan belum juga turun. Sehingga kondisi ini menjadi saat yang rawan terjadi karhutla.
“Beberapa daerah di Kabupaten Sambas, masih belum ada hujan turun, sehingga cuaca panas yang ini menjadi kerawanan,” kata Yakob, Jumat (3/4).
Kesiapsiagaan, sebutnya, menjadi hal penting yang harus dilakukan. Sehingga jika ada informasi mengenai terjadi kebakaran hutan maupun lahan, sudah siap. Kemudian kepada masyarakat, untuk segera menyampaikan laporan jika di sekitarnya terjadi adanya karhutla.
Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, Satbrimob Polda Kalbar Lakukan Patroli dan Pastikan Lokasi Bebas Api
“Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk penanggulangan karhutla, namun penting juga bagaimana seluruh komponen untuk terus menyosialisasikan pencegahan agar karhutla tidak sampai terjadi,” katanya.
Sementara itu, Tim Gabungan dari kepolisian, TNI, serta masyarakat peduli api termasuk pegawai di kantor kecamatan turun melaksanakan pemadaman api yang terdeteksi di Dusun Dadau, Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Kamis (2/4).
Semangat diperlihatkan tim gabungan, dimana untuk sampai ke lokasi kebakaran harus menempuh jarak sekitar 25 km dengan kendaraan roda dua. Ditambah lagi keterbatasan peralatan, cuaca panas, hingga minimnya sumber air yang ada. (fah)
Editor : Hanif