PONTIANAK POST - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas sampaikan sesuai datanya, sejak Januari 2026, sudah ada kurang lebih 235,5 hektare lahan terbakar.
Disampaikan Nisa azwarita, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, sejak Januari 2026, kebakaran lahan terjadi menyebar di sekitar 11 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Sambas.
“Kalau hasil perhitungan manual dari kami, kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Sambas sejak Januari 2026, sudah seluas 235,5 hektare, yang itu tersebar di 11 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Sambas, dan ini hasil perhitungan manual yang didukung dengan hasil pantauan drone. Namun memang kalau secara satelit, data yang ada lebih dari jumlah tersebut,” kata Nisa, Senin (6/4).
Saat ditanya dimana daerah yang cukup parah terjadi kebakaran. Disebutkan Nisa, itu berada di wilayah Kecamatan Selakau Timur. “Kalau yang cukup parah itu di Selakau Timur yang sudah terbakar sejak Januari sampai April 2026, bahkan di wilayah itu selalu muncul hotspot, dan dikarenakan di lahan yang ada merupakan gambut yang sumber airnya terbatas,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Mempawah Jalankan Tiga Program Pangan Nasional untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Hal tersebut juga terjadi di daerah lainnya, yakni kesulitan sumber air juga dirasakan jika ada kebakaran lahan di wilayah Tempapan Hulu, Kecamatan Galing. “Memang kondisi sulitnya sumber air, menjadi kendala di beberapa wilayah saat terjadi kebakaran lahan,” katanya.
Mengenai apakah lahan yang terbakar dekat dengan pemukiman warga. Nisa menyebutkan ada beberapa wilayah memang sudah mendekati perkampungan. Seperti yang terjadi di Sajingan, belum lama ini.
“Di Kecamatan Sajingan Besar, lahan yang terbakar itu jaraknya kurang lebih sepuluh meter lagi sudah mendekati pemukiman warga, dan kondisi ini tentunya mengancam keselamatan warga,” katanya.
Pihaknya, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan, terus menggalakkan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian memperkuat koordinasi dan komunikasi pihak terkait lainnya.
“Kami bersama-sama dengan Masyarakat Peduli Api serta instansi terkait lainnya, saling komunikasi dan koordinasi,” katanya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Jadi Rp2,85 Juta per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang turut mendukung upaya pencegahan kebakaran terutama di lahannya masing-masing.
“Saya juga berterimakasih kepada perusahaan-perusahaan sawit yang ada di Kabupaten Sambas yang mereka sangat-sangat kooperatif mencegah kebakaran. Bahkan, meski bukan lahan mereka yang terbakar, terkadang juga bersedia turun untuk bersama-sama melakukan pemadaman jika kebakaran terjadi,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Polri, TNI, Manggala Agni, KPH, MPH yang selama ini bersama-sama mensosialisasikan pencegahan dan memadamkan jika ada kebakaran.
BPBD Sambas juga mengajak seluruh pihak tidak membakar untuk pembukaan lahan. Lantaran, jika api tak bisa dikendalikan akan meluas dan dampaknya akan dirasakan secara masif. (fah)
Editor : Hanif