PONTIANAK POST – Tujuh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) turut ambil bagian dalam forum internasional yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) di Kabupaten Sambas pada 7–9 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan peserta forum yang berasal dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan.
Forum internasional ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan gagasan-gagasan ilmiah yang relevan dengan pembangunan daerah, penguatan ekonomi umat, serta pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Ketujuh dosen FEBI memaparkan berbagai hasil penelitian yang berfokus pada green ecology, ECO waqf Conservacy, penguatan ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM halal, hingga strategi pembangunan berbasis potensi lokal seperti wisata.
Presentasi tersebut mendapat apresiasi dari peserta forum karena dinilai menawarkan solusi ilmiah yang aplikatif bagi pembangunan daerah.
Dekan FEBI menyampaikan bahwa keikutsertaan para dosen dalam forum internasional ini merupakan bentuk komitmen FEBI dalam mendukung pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat melalui riset yang berkualitas dan berdampak nyata.
“Keikutsertaan dosen FEBI dalam forum ini menunjukkan bahwa hasil penelitian kampus tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil-hasil riset yang dipresentasikan sangat bermanfaat apabila dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak berkepentingan, baik pemerintah daerah, lembaga keuangan, maupun pelaku usaha, guna mendorong kemajuan dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Partisipasi aktif FEBI dalam forum internasional ini diharapkan semakin memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis Islam yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. (ars/r)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro