PONTIANAK POST - Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas berupaya melakukan perbaikan sistem jaringan di sumber-sumber air baku yang ada.
Hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan termasuk antisipasi prediksi musim kemarau yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami melalui bagian operasional sedang memperbaiki sistem jaringan terutama di sumber-sumber air baku di beberapa tempat. Serta berupaya menstabilisasikan tekanan air sehingga nanti mudah-mudahan pelayanan semakin baik serta jika musim kemarau tiba masyarakat tetap bisa menikmati air yang stabil dan cukup," kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas Hidayat, belum lama ini.
Dirincikannya, perbaikan- perbaikan yang dilakukan di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada, jika tidak debit airnya pelanggan yang ada akan disuplai air dari yang lain, sehingga nantinya bisa tetap maksimal.
Baca Juga: Empat Amanah Hidup yang Jangan Pernah Disia-siakan
“Misalnya jika ada SPAM tidak mencukupi, kemungkinan akan kami coba dicarikan solusi dengan sumber SPAM yang lain. Salah satunya SPAM yang ada di Sajingan Besar, tapi nanti akan kami lihat dulu mana saja yang terdampak jika musim kemarau terjadi,” katanya.
Sesuai data miliknya, di Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas memiliki delapan SPAM. Kondisinya, terutama untuk Kota Sambas, masih relatif aman.
“Kami sedang melakukan update atau merekap di delapan SPAM yang ada. Namun untuk Kota Sambas sementara ini relatif normal karena (wilayah ini) ditopang dua intake (penangkap air baku dari air permukaan), yakni satu di Sungai Sambas Kecil dan satunya di Riam Pancarek Sajingan Besar,” katanya.
Di dua Intake tersebut, juga masih terus didata, lantaran debit air setiap periode tertentu berubah. “Mudah-mudahan dengan menggunakan digitalisasi, nantinya setiap SPAM bisa dilihat secara real time seperti apa dan berapa jumlahnya. Tapi memang kami masih ada beberapa SPAM yang masih manual, sehingga harus memvalidasi kembali ke lapangan,” katanya.
Hidayat juga menyampaikan, saat ini Perumda Tirta Muare Ulakan memperoleh satu lagi sumber air baku, yakni di Kecamatan Tebas. Sehingga tempat ini bisa dimaksimalkan untuk dikelola agar distribusi air ke masyarakat lebih maksimal.
Baca Juga: Identifikasi Sifat Calon Penghuni Surga
“Kami mendapatkan kembali sumber air baku, yakni di Batu Makjage di Kecamatan Tebas. Kami sedang berkoordinasi dengan Balai dari Provinsi dan Pusat untuk pengajuan pembangunan intake, mudah-mudahan dalam periode dua tahun ini akan bisa direalisasikan sehingga bisa menjadi solusi kurangnya sumber air baku, terutama untuk distribusi ke beberapa daerah di Kecamatan Tekarang maupun Jawai Selatan,” katanya.
Termasuk kaitannya dengan pipa distribusi, pihaknya juga terus menjalin koordinasi, komunikasi dengan provinsi hingga pusat termasuk ke anggota legislatif. Sehingga kurangnya pipa distribusi ini menjadi penyebab cakupan pelayanan masih rendah. Jadi pipa distribusi menjadi sebuah kebutuhan yang wajib dipersiapkan,” katanya.
Begitu juga dengan beberapa Instalasi Pengolahan Air atau IPA, yang perlu di upgrade dalam rangka pemaksimalan pelayanan. Seperti yang ada di Kecamatan Tebas, ada juga di Kota Sambas. Lantaran jika berbicara tentang sumber air baku di Sambas, yakni dari Sungai Sambas Kecil bisa mencukupi, hanya saja ada satu IPA yang harus diperbaiki sehingga membuat sumber air terkendala.
Berkenaan dengan pipa distribusi, disebutkan Hidayat, juga harus ada penambahan, agar pelayanan air bersih ke masyarakat semakin luas. (fah)
Editor : Hanif