PONTIANAK POST - Sejumlah warga pemilik kebun kelapa mengeluhkan harga jual buah kelapa yang terus anjlok. Pasalnya, kondisi tersebut terus terjadi semenjak Desember 2025 dan berlangsung hingga sekarang ini.
Penurunan harga jual kepala ini pun cukup signifikan. Soalnya, dulu harga buah berserabut tersebut berada di kisaran Rp6.000. Dan saat ini terjun bebas hingga menyentuh harga Rp2.800 per kilogramnya.
“Kalau kami jual per kilogram, sekarang harganya Rp2.800,” kata Nasrullah, pemilik kebun kelapa di Kecamatan Jawai.
Harga sekarang ini, tentunya cukup berat jika dibandingkan dengan usaha memanen kelapa, yang memerlukan upaya ekstra. Lantaran, banyak diantaranya warga memanen sendiri buah kelapa miliknya.
“Kami biasa memanen sendiri buah kelapa, pakai galah yang panjang untuk bisa menurunkan kelapa. Biasanya bersama keluarga, jadi ramai-ramai panen,” katanya.
Disebutkan Nasrullah, harga jual buah kelapa turunnya jauh sekarang ini. Dimana per kilogram tinggal Rp2.800. Penurunan harga sudah terjadi sejak Desember 2025 dan itu berlangsung sampai sekarang.
Harga paling tinggi terjadi pada November dan Desember 2025. Dimana rerata harga per kilogram sampai di Rp6 ribu. Kemudian mulai turun harga yang terjadi sekitar Februari 2026 dimana per kilogramnya seharga Rp4 ribu.
“Kalau penurunan harga sudah terjadi sejak Februari 2026, dan itu terjadi sampai sekarang dimana harga per kilogramnya sekarang diharga Rp2.800, harga ini hampir sama dengan kelapa sawit,” katanya.
Dirinya tak mengetahui secara jelas dan pasti, apa penyebab turunnya harga jual kelapa. Namun kondisi ini sangat dirasakan dampaknya, terlebih jika dibanding dengan kegiatan saat panen, mengupas kelapa sebelum menjualnya.
“Tetap disyukuri, namun akan lebih bersemangat lagi jika harga jual kelapa tinggi. Kami berharap, harga kelapa bisa kembali seperti Desember 2025,” katanya. (fah)
Editor : Hanif