PONTIANAK POST - Kenaikan harga LPG 5,5 kilogram dan 12 kg yang dikeluarkan pemerintah pusat, menjadi beban tambahan bagi masyarakat pengguna gas nonsubsidi tersebut. Pasalnya hal itu terjadi di tengah kondisi kebutuhan pokok dan penting lainnya juga mengalami kenaikan harga.
Risma misalnya, warga Sambas ini mengaku akan menambah duit belanja keluarganya, lantaran ada kenaikan harga LPG 5,5 kilogram yang selama ini dipakai untuk keperluan memasak.
Pasalnya, sebelum kenaikan harga, LPG 5,5 kilogram didapat dengan harga paling rendah adalah Rp105 hingga Rp110 Ribu. Jika sekarang, tentunya harga akan bertambah mahal.
“Kalau harga lama saja terkadang sudah lumayan berat, karena kondisi naiknya sejumlah kebutuhan pokok dan penting lainnya, sehingga jika beberapa kebutuhan yang dibeli harga naik, dirasakan menjadi berat,” katanya.
Baca Juga: CFD Sambas Jadi Ruang Kreasi Anak Muda, Dorong UMKM Remaja dan Ekonomi Lokal
Risma pun menyebut, jika dari beberapa informasi diperoleh di media massa. Di Kalimantan, menyesuaikan biaya operasional, LPG 5,5 kilogram menjadi Rp114 ribu per tabung.
“Kalau sudah Rp114 Ribu per tabung, jadi nanti sampai di konsumen jadi berapa. tentunya akan diatas harga tersebut, sehingga bertambahlah pengeluaran untuk membeli gas,” katanya.
Sesuai pengumuman dari pemerintah, per 18 April 2026 kenaikan gas elpiji secara tiba-tiba dilakukan. Dimana harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau sebesar 18,75 persen.
Sementara harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg sebelumnya Rp90 ribu per tabung, kini menjadi Rp107 ribu atau meningkat 18,89 persen. Harga ini untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali. Sedangkan untuk pulau Kalimantan dan beberapa lainnya, tentunya akan menyesuaikan dengan biaya distribusi.
Kekhawatiran ini, tak hanya bagi ibu ibu rumah tangga. Namun beberapa pelaku usaha industri kecil atau rumahan. Pasalnya diantaranya menggunakan LPG 12 kg atau LPG 5,5 kilogram, yang itu barangnya mudah diperoleh dibanding harus menggunakan tabung gas melon atau yang 3 kilogram. (fah)
Editor : Hanif