PONTIANAK POST - Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas diharapkan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak yatim piatu, dan anak putus sekolah di daerah perbatasan.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, mengatakan program tersebut menjadi peluang agar seluruh anak usia sekolah tetap bisa memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Tujuan Sekolah Rakyat adalah membuka akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah agar tetap bisa belajar di bangku sekolah,” kata Yakob.
Ia menilai program itu perlu didukung semua pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Baca Juga: Jalan Licin Akibat Tumpahan Solar dan CPO di Sambas, Damkar Turun Cegah Kecelakaan
Menurutnya, pendataan anak-anak yang tidak bersekolah harus diperbarui agar bantuan pendidikan tepat sasaran.
“Jangan sampai ada anak tidak sekolah hanya karena alasan ekonomi atau kehilangan orang tua,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Sambas, H Satono, menyatakan komitmen pemerintah daerah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk penyediaan tenaga pengajar yang profesional dan berkualitas.
“Kami berkomitmen mendukung tenaga pengajar yang profesional untuk kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” kata Satono.
Ia menegaskan program tersebut diprioritaskan bagi anak dari keluarga fakir miskin, anak yatim piatu, dan anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Dorong Perda Perlindungan HaKI untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Kementerian Sosial juga akan memperluas akses pendidikan sebagai bagian dari perlindungan kesejahteraan sosial masyarakat.
Satono menambahkan, Kabupaten Sambas sebagai daerah perbatasan perlu mendapat perhatian khusus agar program Sekolah Rakyat turut membantu pengentasan kemiskinan. (fah)
Editor : Hanif