Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 15 Mei 2026 | 22:57 WIB
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 seleksi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 lalu. (YOUTUBE MPR RI)
Tim SMA Negeri1 Sambas (paling kiri) pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 seleksi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 lalu. (YOUTUBE MPR RI)

 

PONTIANAK POST – SMAN 1 Sambas resmi menyatakan menolak pertandingan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Sikap tersebut disampaikan sekolah melalui pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Sambas, Syafaruddin, Jumat (15/5) malam pada akun Instagram Smansa_Sambas.

Pernyataan itu disampaikan setelah polemik penilaian final LCC Empat Pilar terus berkembang dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Sekolah menegaskan keputusan diambil demi menjaga marwah pendidikan serta kesehatan mental siswa.

“Berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta staf TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orang tua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental/psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat,” demikian bunyi pembuka pernyataan sikap tersebut.

Merasa Terpojok karena Polemik

Dalam pernyataannya, SMAN 1 Sambas mengaku menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba.

Sekolah juga meyakini tim LCC mereka telah mengikuti kompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta.

Namun, pihak sekolah menyayangkan penanganan informasi dari penyelenggara yang dinilai belum mampu meredam polemik di tengah masyarakat.

“Mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun menyayangkan adanya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok,” tulis pernyataan tersebut.

Kecam Serangan Media Sosial

SMAN 1 Sambas juga mengecam berbagai opini, tuduhan, hingga narasi di media sosial yang menyerang sekolah, guru, staf tata usaha, siswa, hingga alumni.

Sekolah menilai serangan tersebut telah mencemarkan nama baik sekolah dan menimbulkan tekanan psikologis terhadap pihak yang terdampak.

“Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana,” tulis pihak sekolah.

Selain itu, SMAN 1 Sambas membantah keras berbagai tuduhan kecurangan, penyuapan, nepotisme, maupun dugaan pengaturan kemenangan dalam final LCC Empat Pilar.

“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” lanjut isi pernyataan.

Minta Jaminan Keamanan Psikis Siswa

SMAN 1 Sambas juga mendesak penyelenggara untuk memulihkan nama baik sekolah dan memberikan jaminan keamanan terhadap kondisi psikis siswa sebelum mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Sekolah berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana serta objektif.

“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif serta berkeadilan,” tulis pihak sekolah.

Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan penegasan bahwa sekolah ingin menjaga suasana pendidikan yang sehat, kondusif, dan bermartabat di tengah polemik yang terus menjadi perhatian publik. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lcc empat pilar #final ulang LCC #polemik LCC Kalbar #pernyataan sikap SMAN 1 Sambas #SMAN 1 Sambas