PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sesak napas, dan sakit kepala sebagai langkah antisipasi penyebaran hantavirus di Sambas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo, mengatakan masyarakat tidak boleh menyepelekan gejala yang muncul karena hantavirus dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.
“Sebagai langkah antisipasi ke arah hantavirus, segera periksakan diri dan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot parah terutama paha dan punggung, sesak napas, serta sakit kepala,” katanya.
Ia menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus di Kabupaten Sambas, namun pemerintah daerah bersama seluruh fasilitas kesehatan terus melakukan pemantauan dan langkah pencegahan.
Baca Juga: WHO Pastikan Tidak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan pengerat.
Ganjar menjelaskan hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan tikus kepada manusia melalui urine, air liur, dan feses yang terinfeksi.
Gejala awal penyakit ini kerap menyerupai flu, tetapi dapat berkembang menjadi sesak napas berat dengan tingkat kematian tinggi pada kasus tertentu.
Warga yang tinggal di lingkungan dengan populasi tikus tinggi disebut memiliki risiko lebih besar terpapar hantavirus sehingga kebersihan rumah dan tempat kerja harus dijaga secara rutin.
“Bersihkan rumah dan area kerja dengan desinfektan secara berkala, termasuk tempat yang memungkinkan tikus bersarang seperti gudang, tong sampah, dan ruang yang jarang digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan Sambas Minta Panitia Kurban Laporkan Hewan Sembelihan
Selain itu, masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun cairan tubuhnya.
Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia sepanjang 2024 hingga Mei 2026 dengan tiga kasus kematian yang tersebar di sembilan provinsi, termasuk Kalimantan Barat. (fah)
Editor : Hanif