PONTIANAK POST - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, tidak hanya menjadi gerbang perbatasan Indonesia-Malaysia, tetapi juga pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata alam yang masih alami dan mudah dijangkau wisatawan.
Bangunan megah PLBN Aruk yang mengadopsi arsitektur Rumah Panjang Dayak, dilengkapi Cafe Tasbara, Pasar Wisata Aruk, dan berbagai spot swafoto, telah menjadi daya tarik baru pariwisata perbatasan di Kalimantan Barat.
Di balik modernitas kawasan perbatasan tersebut, tersimpan sejumlah wisata air terjun dan riam yang menawarkan suasana tenang, udara sejuk, serta petualangan alam yang cocok bagi wisatawan maupun keluarga. Berikut wisata air terjun tersebut seperti dikutip dari laman resmi Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI).
Baca Juga: Bupati Sujiwo Pastikan Program Ekonomi dan Wisata Batu Ampar Mulai Berjalan Juni 2026
Riam Berasap, Air Terjun Berkabut Dekat Perbatasan
Riam Berasap berada di Dusun Sajingan, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, sekitar 3 kilometer dari PLBN Aruk.
Nama Berasap berasal dari kabut air yang terbentuk ketika aliran air menghantam bebatuan di bawahnya sehingga terlihat seperti asap dari kejauhan.
Dengan ketinggian sekitar 50 meter, air terjun ini menjadi salah satu yang paling mencolok di kawasan Sajingan Besar.
Hutan yang masih asri, aliran air yang jernih, dan bebatuan besar di sekitar lokasi menjadikan Riam Berasap cocok sebagai tempat bersantai maupun piknik bersama keluarga.
Suasana yang tenang membuat destinasi ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati alam jauh dari keramaian.
Riam Banokng, Wisata Keluarga dengan Akses Mudah
Riam Banokng berada di Dusun Tanjung, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, sekitar 12 kilometer dari PLBN Aruk.
Dalam bahasa Dayak, Banokng berarti singkong, merujuk pada lokasi air terjun yang berada di kawasan ladang singkong milik warga.
Berbeda dengan air terjun lainnya, Riam Banokng menjadi favorit wisatawan karena akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa perlu berjalan kaki jauh.
Baca Juga: Bisa Aja, Kemenpar Tangkap Peluang Saat Rupiah Melemah untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
Meskipun memiliki ketinggian sekitar 2 meter, air yang jernih dan kolam alami yang relatif aman menjadikan lokasi ini cocok untuk wisata keluarga, termasuk anak-anak.
Keunggulan akses yang mudah membuat Riam Banokng menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan di Sajingan Besar.
Riam Pancarek, Tantangan Petualangan di Tengah Hutan
Masih berada di Dusun Tanjung, Riam Pancarek menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta wisata petualangan.
Air terjun setinggi sekitar 10 meter ini dikelilingi pepohonan tinggi dan bebatuan berwarna hitam yang menciptakan pantulan air berwarna kehijauan.
Baca Juga: Gawai Dayak Naik Dango XXVI Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Singkawang
Wisatawan dapat mencapai lokasi menggunakan sepeda motor sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur yang lebih sempit dan menanjak.
Medan yang cukup curam menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam di lokasi tersebut.
Namun, pemandangan alami yang masih terjaga membuat perjalanan menuju Riam Pancarek terasa sepadan.
Wisata Alam Pelengkap Kunjungan ke PLBN Aruk
Keberadaan Riam Berasap, Riam Banokng, dan Riam Pancarek memperkaya pilihan wisata di sekitar PLBN Aruk yang selama ini dikenal sebagai ikon perbatasan Indonesia-Malaysia.
Baca Juga: OJK Kalbar Dorong Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Kota Singkawang
Kombinasi wisata perbatasan, budaya Dayak, kuliner lokal, dan wisata alam menjadikan kawasan Sajingan Besar memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam satu kali perjalanan ke PLBN Aruk, wisatawan dapat menikmati pengalaman melihat batas negara sekaligus menjelajahi tiga destinasi air terjun yang menawarkan karakter dan keindahan berbeda. (*)
Editor : Efprizan