PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sambas terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menjelang peresmian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh yang dijadwalkan pada pekan keempat Agustus 2026 sebagai jalur resmi perlintasan orang dan barang antara Indonesia dan Malaysia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, mengatakan jadwal tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Sekretariat Jenderal BNPP dan Pemerintah Kabupaten Sambas.
“Sesuai kesepakatan Pak Sekjen BNPP dengan Pemerintah Kabupaten Sambas, rencana minggu keempat Agustus 2026 PLB Temajuk (Indonesia)-Teluk Melano (Malaysia) diresmikan untuk dibuka sebagai perlintasan orang dan barang,” kata Fery.
Baca Juga: Tiga Air Terjun Dekat PLBN Aruk, Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi
Status Awal Masih PLB Tipe D
Fery menjelaskan, pada tahap awal fasilitas perbatasan di Desa Temajuk akan berstatus Pos Lintas Batas (PLB) Tipe D.
Dengan status tersebut, masyarakat yang melintas dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya dapat menggunakan paspor sebagai dokumen perjalanan resmi.
“Jadi orang yang akan melintas harus menggunakan paspor. Artinya, dengan status tersebut bebas yang penting ada paspor bisa masuk dan pergi ke Kuching,” ujarnya.
Namun, kendaraan roda empat atau mobil belum dapat melintasi jalur tersebut karena masih diperlukan peningkatan status menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) serta penambahan dukungan personel dari Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Barantin Tegaskan Impor Hortikultura Belum Bisa Masuk Lewat PLBN di Kalbar
“Mobil belum bisa karena harus ditingkatkan lagi menjadi PLBN termasuk dengan menambah personel dari Kementerian Perhubungan,” katanya.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Perbatasan
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat berkunjung ke Temajuk menegaskan operasional PLB Temajuk ditargetkan dimulai pada Agustus 2026.
Menurutnya, pengembangan kawasan perbatasan Temajuk harus didukung infrastruktur memadai, mulai dari akses jalan, jaringan telekomunikasi, fasilitas wisata hingga pasokan listrik yang stabil.
Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata perbatasan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.
Baca Juga: Imigrasi Singkawang Perkuat Sinergi Pengawasan di PLBN Jagoi Babang untuk Keamanan Perbatasan
Meski memiliki potensi wisata yang besar, Temajuk masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada akses darat yang di beberapa titik masih rentan terdampak cuaca ekstrem serta keterbatasan jaringan telekomunikasi.
Di sisi lain, layanan kelistrikan di kawasan perbatasan tersebut mengalami kemajuan setelah masyarakat menikmati listrik 24 jam sejak pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Agustus 2023.
Harapan Besar Masyarakat Perbatasan
Bupati Sambas, Satono, sebelumnya menyampaikan bahwa kehadiran PLB Temajuk menjadi kebutuhan penting karena akan membuka akses darat resmi langsung menuju Malaysia.
Keberadaan fasilitas perbatasan tersebut diharapkan mempermudah aktivitas masyarakat kedua negara, memperkuat konektivitas kawasan, serta mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di Temajuk dan wilayah Kabupaten Sambas.
Selain memudahkan mobilitas warga, pembukaan PLB Temajuk juga diyakini akan menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. (fah)
Editor : Hanif