Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Blank Spot Masih Ganggu Wisatawan di Temajuk, Internet Andalkan WiFi Berbayar

Fahrozi PP • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:04 WIB
Wisatawan di Temajuk masih mengandalkan WiFi berbayar akibat keterbatasan sinyal seluler di kawasan wisata perbatasan. (ISTIMEWA)
Wisatawan di Temajuk masih mengandalkan WiFi berbayar akibat keterbatasan sinyal seluler di kawasan wisata perbatasan. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Keterbatasan sinyal seluler masih menjadi keluhan utama wisatawan dan masyarakat di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, sehingga pengunjung harus mengandalkan layanan WiFi berbayar untuk berkomunikasi dan mengakses internet.

Sejumlah wisatawan mengaku kesulitan melakukan panggilan telepon, mengirim pesan, hingga mengunggah dokumentasi wisata karena banyak kawasan di Temajuk masih mengalami blank spot.

Wisatawan Terpaksa Beli Voucher WiFi

Nia, wisatawan asal Kecamatan Sajingan, mengatakan dirinya mengalami kesulitan berkomunikasi dengan anggota keluarga yang menggunakan kendaraan berbeda saat menuju Temajuk pada Kamis (25/6).

Baca Juga: Berkeliling PLB Temajuk, Harapan Baru Warga Perbatasan Sambas

"Tak ada sinyal HP, mana mau telepon keluarga. Mau telepon teman atau mengunggah foto di pantai ke media sosial juga sulit," kata Nia.

Menurut dia, satu-satunya cara untuk tetap terhubung adalah membeli voucher WiFi yang dijual di kafe atau warung setempat.

Harga voucher WiFi yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp5 ribu per jam hingga Rp25 ribu untuk penggunaan selama 12 jam.

"Singgah ke kafe atau warung yang menjual voucher agar bisa menggunakan telepon dan internet," ujarnya.

Baca Juga: Literasi Finansial, Kunci Kemajuan Petani Perbatasan di Temajuk

Ganggu Aktivitas dan Mobilitas Pengunjung

Keluhan serupa disampaikan Oni yang datang ke Temajuk untuk keperluan pekerjaan dan membutuhkan akses internet guna mengirim laporan.

Menurut dia, ketersediaan sinyal seluler yang memadai sangat penting agar masyarakat maupun wisatawan tetap dapat berkomunikasi, terutama saat menghadapi kondisi darurat di perjalanan.

"Harusnya internet atau sinyal lancar, jadi orang ke Temajuk tetap bisa berkomunikasi. Kalau terjadi apa-apa di jalan bisa menghubungi teman atau kerabat," katanya.

Baca Juga: Temu Bepakat Singbebas 2026 di Sambas Perkuat Persaudaraan Umat Katolik

Berdampak pada Wisata dan Investasi

Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, mengatakan persoalan sinyal seluler masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat perbatasan, khususnya di wilayah Temajuk.

"Sinyal HP tidak ada, jadi banyak masyarakat menyambung WiFi agar bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui handphone," kata Agil.

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan Temajuk.

Menurut Agil, keterbatasan akses telekomunikasi dapat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan dan menjadi hambatan bagi masuknya investasi ke kawasan perbatasan tersebut.

Baca Juga: Sinyal Rekrutmen CPNS 2026 Menguat: Kuota Diperkirakan Capai 160 Ribu Formasi, Ini Syaratnya

"Kami sangat mengharapkan bagaimana kendala sinyal bisa dicarikan solusi oleh pemerintah agar Temajuk semakin ramai dikunjungi wisatawan," ujarnya. (fah)

 

 

Editor : Hanif
#Kawasan Wisata #Blank Spot #wisatawan #internet #komunikasi