PONTIANAK POST – Sejumlah petani kelapa di Kecamatan Jawai mulai merasakan kenaikan harga jual kelapa. Meski belum signifikan, kenaikan tersebut dinilai memberi harapan baru dan menambah semangat petani untuk merawat kebun kelapa.
Salah seorang petani, Nasrullah, mengatakan harga kelapa mulai naik sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga jual kelapa mencapai Rp2.500 per kilogram.
"Alhamdulillah, ada kenaikan meski tak banyak," kata Nasrullah saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Baca Juga: Wabup Sambas Apresiasi Sinergi Polres dan Forkopimda Jaga Keamanan Daerah
Ia menjelaskan, sebelumnya harga kelapa berada di kisaran Rp2.200 hingga Rp2.300 per kilogram.
"Sekarang sudah Rp2.500 per kilogramnya, jadi mulai ada kenaikan," ujarnya.
Nasrullah berharap tren kenaikan harga terus berlanjut hingga kembali ke level yang pernah dinikmati petani.
Menurutnya, harga kelapa mulai mengalami penurunan sejak Desember 2025 hingga pertengahan 2026. Padahal sebelumnya harga sempat mencapai Rp6.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut membuat keuntungan petani ikut menyusut.
Baca Juga: CFD Sambas Jadi Pusat Layanan Publik, Stan Imigrasi Ramai Dikunjungi Warga
Selama ini, kata dia, sebagian besar petani masih memanen kelapa secara mandiri menggunakan galah panjang dengan melibatkan anggota keluarga untuk menekan biaya tenaga kerja.
"Kami biasanya memanen sendiri bersama keluarga menggunakan galah panjang untuk menurunkan buah kelapa," katanya.
Harapan serupa disampaikan Ema, petani kelapa di Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran. Ia mengatakan harga kelapa sebelumnya sempat bertahan di kisaran Rp2.200 per kilogram setelah turun dari Rp6.000 per kilogram.
"Sebelum ada kenaikan saat ini, harga kelapa Rp2.200 per kilogram, padahal sebelumnya pernah menyentuh Rp6.000 per kilogram," kata Ema.
Ia berharap kenaikan harga kelapa dapat terus berlanjut sehingga mampu menutupi biaya perawatan kebun dan biaya pemanenan. (fah)
Editor : Miftakhair