Mahasiswa Akuntansi Keuangan Perusahaan dan mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Poltesa mengambil langkah nyata melalui kegiatan Program Based Learning (PBL) guna menciptakan perangkat hitung pajak otomatis berbasis microsoft excel yang mudah dan praktis
PONTIANAK POST - Perubahan regulasi perpajakan sering kali menjadi tantangan besar bagi para bendahara dalam menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 secara akurat. Beberapa kegundahan bendahara yaitu proses perhitungan pajak sering dianggap rumit dan menyita waktu. Fenomena yang sering terlihat itu, sekelompok mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Akuntansi Keuangan Perusahaan dan mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Sambas mengambil langkah nyata melalui kegiatan Program Based Learning (PBL). Muncul ide menciptakan perangkat hitung pajak otomatis berbasis microsoft excel yang mudah dan praktis.Sisil selaku Ketua Tim PBL mengatakan inovasi dirancang khusus untuk menyederhanakan pengisian formulir perpajakan dengan tujuan meminimalisir risiko kekeliruan, mudah dan praktis yang diberi nama HiTax 21 (Hitung Pajak 21). “Melalui pemanfaatan rumus formula, makro dan logika akuntansi. Pengguna kini hanya cukup menginput data pribadi dan penghasilan dari pekerja, maka sistem HiTax 21 otomatis mengkalkulasikan pajak terutang yang sudah sesuai dengan regulasi perpajakan terbaru,” katanya. Pihaknya melihat fenomena tersebut, bagaimana bendahara di lapangan sering kesulitan membagi waktu antara administrasi keuangan dan penyesuaian aturan pajak yang terus mengalami perubahan. “Melalui PBL, kami hadir membawa solusi dan menjawab kegundahan yang bisa bendahara terapkan," ujar Sisil. Salah satu dosen pembimbing, Indah menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan membuktikan mahasiswa akuntansi tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang bernilai positif bagi masyarakat khususnya bendahara.
Lahirnya program ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Sasarannya adalah mengetahui seberapa pengaruhnya mahasiswa akuntansi memahami materi di kelas dan dapat dimanfaatkan aksi nyata. Sasaran utamanya adalah bendahara yang mengalami kegundahan dalam perhitungan perpajakan PPh Pasal 21. Dengan format yang akrab di masyarakat, yaitu microsoft excel yang punya tujuan meminimalkan resiko human error. Melalui sistem microsoft excel, Tim Mahasiswa PBL beranggota 9 mahasiswa dengan penuh percaya diri menyuntikkan formula logika tingkat tinggi dan fungsi pencarian matriks untuk mengunci variabel tarif TER (kategori A, B, dan C) secara otomatis. Bendahara Perusahan PT Danal Indonesia Maju tertarik dengan PBL tim mahasiswa akuntansi diwujudkan dengan menandatangani kerjasama. PT Danal Indonesia Maju yang bergerak produksi produk solusi keberhasilan dengan merek "Happy Lemon".
Danal, S. Tr. Ak, Pemiliki PT Danal Indonesia Maju mengatakan sangat berterima kasih lahirnya program PBL ini, karena menjawab kegundahan pihaknya yang masih awam terkait perpajakan. “HiTax 21 sangat membantu kami administrasi perpajakan dan memudahkan kami dalam kepatuhan perpajakan,” katanya. Keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa Akuntansi POLTESA dan PT Danal Indonesia Maju menjadi bukti nyata bahwa sekat antara ruang kelas dan dunia industri kini telah runtuh. Melalui HiTax 21, mahasiswa tidak hanya membawa pulang nilai akademik, tetapi juga meninggalkan solusi konkret yang meringankan beban administrasi perpajakan di dunia nyata. Langkah nyata dari ujung utara Kalimantan Barat ini menjadi penegas bahwa dari tangan para agen perubahan muda Sambas, kepatuhan pajak bukan lagi sebuah kegundahan, melainkan sebuah kemudahan yang membawa keberlanjutan bagi dunia usaha.(fah)