PONTIANAK POST - Kabupaten Sambas, menjadi daerah produsen produsen padi terbesar di Kalimantan Barat yakni sebanyak 211.732 ton atau sekitar 21,36 persen di 2025. Atas kondisi ini, Poltesa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa Prodi Akuntansi Keuangan Perusahaan laksanakan “Peningkatan Kemampuan Koperasi Pada Studi Kelayakan Usaha Tani Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan” kepada petani khususnya di Kecamatan Tebas.
Dimana, Kecamatan Tebas khususnya memiliki luas panen tanaman padi, baik yang ditanam di sawah maupun di ladang yang cukup luas. Sehingga daerah ini, dikatakan sebagai lumbung pangan.
Sebagai entitas pendukung usaha tani yang menaungi para petani baik sebagai penyedia sarana produksi, pemasaran hasil tani serta penyalur bantuan, koperasi harus mengetahui kondisi kelayakan usaha yang dikelolanya.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jalani KKN di Sintang, Jadi Ajang Bertukar Gagasan dan Pengabdian
Bagi kelompok tani khususnya di Kecamatan Tebas, analisis kelayakan usaha tani ini masih tergolong langka. Hal ini dikarenakan, petani dalam menjalankan usahatani tanpa tahu dengan pasti usahanya tersebut sebenarnya layak atau tidak untuk diusahakan atau petani tidak tahu dengan pasti apakah biaya investasi dan biaya operasionalnya bisa dikembalikan dengan keuntungan yang didapat.
Fenomena yang terjadi membuat Tim Dosen dan Mahasiswa Akuntansi Keuangan Perusahaan Politeknik Negeri Sambas yang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Koperasi Pada Studi Kelayakan Usaha Tani Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan”.
Adapun dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini adalah EE Zurmansyah, Lailatul Mukaromah, Eliza Noviari dan 3 (tiga) mahasiswa prodi AKP. Dalam proses kegiatan, seluruh rangkaian sesi materi dapat terlaksana sesuai harapan dan penuh antusias yang tinggi dari para peserta. Saat sesi diskusi peserta sangat aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mengenai permasalah yang dialami oleh peserta. disamping itu Tim PKM juga mendapatkan dana DIPA (dana bantuan Hibah) penelitian dan PKM dari Politeknik Negeri Sambas.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Sekretariat Koperasi Sungai Kelambu Tebas pada hari Selasa, 30 Juni 2026 dengan Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 – 13.00 WIB. Acara dibuka secara resmi Ketua Tim PKM, EE Zurmansyah. Sesi pelatihan dibagi menjadi 3 sesi diantaranya, materi pertama “Analisis Usaha Tani Padi Sawah” oleh EE Zurmansyah dilanjutkan materi kedua Praktik Perhitungan analisis usaha tani dan perhitungan analisis kelayakan usaha tani yang dipaparkan oleh Lailatul Mukaromah dibantu 2 mahasiswa an Husnul Hidayat dan Marsya.
Uray Muriana, selaku ketua Koperasi Sungai Kelambu menyampaikan sebelum adanya kegiatan PKM. Petani anggotanya belum menerapkan alanisa usaha tani, bahkan sekedar mencatat biaya pun tidak ada. “Padahal banyak sekali macam pengeluaran pada saat melakukan budidaya padi. mengetahui bahwa sebenarnya ada beberapa biaya yang harus,” katanya.
Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mendapatkan tambahan wawasan mengenai pentingnya pencatatan transaksi dan analisa usahatani”
Ketua Tim PKM EE Zurmansyah menyampaikan adanya kegiatan ini anggota koperasi dapat menentukan arah dan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap usahanya, dan dapat menghasilkan keuntungan yang optimal. “Dengan kemampuan menganalisa kelayakan usaha, anggota koperasi (petani) akan memiliki keberanian untuk melaksanakan program-program yang ditawarkan pemerintah dalam upaya pengembangan usaha, karena bisa menghitung program tersebut secara finansial menguntungkan atau tidak," katanya.(fah)