PONTIANAK POST - Puluhan warga yang mengatasnamakan Perwakilan Masyarakat Kecamatan Jawai mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sambas, Selasa (21/7). Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi yang kemudian dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama anggota DPRD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas.
Pertemuan berlangsung di Ruang Utama Kantor DPRD Kabupaten Sambas. Dalam forum tersebut, perwakilan masyarakat secara bergantian menyampaikan berbagai aspirasi untuk ditampung dan ditanggapi oleh unsur DPRD maupun unsur pemerintah daerah yang hadir.
Dalam surat penyampaian aspirasi, masyarakat membawa sejumlah tuntutan, di antaranya terkait kondisi BBM di wilayah Kecamatan Jawai yang disebut mengalami kelangkaan, khususnya pertalite. Distribusi BBM di Jawai sempat diwarnai antrean panjang di SPBU maupun kios akibat kepanikan warga.
Baca Juga: DPR Respons Aspirasi Mahasiswa, Kelangkaan BBM, Harga Pertamax, dan Evaluasi MBG Jadi Sorotan
Selain BBM, warga juga menyampaikan aspirasi soal penurunan harga kelapa, ketimpangan pembangunan infrastruktur, serta transparansi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sambas.
Sebelumnya, massa berkumpul di depan Kantor DPRD Kabupaten Sambas. Dengan pengawalan pihak kepolisian Polres Sambas, mereka kemudian masuk ke gedung DPRD dan diterima sejumlah anggota dewan serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Sholihin, mengatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan Perwakilan Masyarakat Kecamatan Jawai. Menurutnya, sejumlah perwakilan masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan langsung hal-hal yang menjadi tuntutan mereka dan DPRD juga menghadirkan instansi terkait.
“Kami menerima aspirasi dari perwakilan masyarakat Kecamatan Jawai. Ada beberapa hal disampaikan, sehingga dalam hearing perwakilan kami persilakan menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya,” kata Ferdinan. (fah)
Editor : Miftakhair