Harga Pertalite di Pengecer Sambas Tembus Rp14 Ribu per Liter, Warga Rela Antre Panjang di SPBU Demi Hemat

Fahrozi PP • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:13 WIB
Hemat Pengeluaran, Warga Rela Antre di SPBU (ISTIMEWA)
Hemat Pengeluaran, Warga Rela Antre di SPBU (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Harga Pertalite di Pengecer Sambas Tembus Rp14 Ribu per Liter, Warga Rela Antre Panjang di SPBU Demi Hemat Kenaikan harga Pertalite di tingkat pengecer menjadi Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter membuat sejumlah masyarakat di Kabupaten Sambas memilih mendatangi SPBU untuk mendapatkan BBM subsidi dengan harga normal, meski harus rela mengantre.

Munzi, warga Kecamatan Sajad, mengaku menyempatkan waktu untuk mengantre di SPBU agar bisa mendapatkan Pertalite dengan harga Rp10 ribu per liter.

Menurutnya, selisih harga dengan pengecer cukup besar sehingga lebih memilih meluangkan waktu untuk mengisi BBM di SPBU.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Warga Sambas Mulai Beralih Menggunakan Pertalite Subsidi

“Tak apalah, antri di SPBU tapi mendapatkan harga BBM jenis pertalite dengan harga Rp10 ribu per liternya. Sedangkan di pengecer sekarang rata-rata Rp13 ribu,” katanya, Kamis (23/7).

Ia mengatakan, dirinya siap mengantre dan berpanas-panasan di SPBU karena selisih harga tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Bayangkan kalau ada dua motor di rumah, paling tidak satu motor 3 liter, kalikan dua jadi enam liter kalikan Rp3 Ribu sudah Rp18 ribu,” katanya.

Hal serupa disampaikan Edap, warga Kecamatan Galing. Ia mengatakan, di kampungnya, khususnya Desa Sagu, harga Pertalite di tingkat pengecer bervariasi, mulai dari Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Sambas “S.M. Tsjafioeddin” Siap Gelar Karya Bhakti Mahasiswa (KBM) 2026 di Dusun Sebebal

“Kemarin beli pertalite dua liter, pakai duit Rp30 ribu, dikembalikan Rp2 ribu, artinya satu liter Rp14 ribu,” katanya.

Meski harga mengalami kenaikan, Edap mengaku tetap membeli Pertalite di pengecer karena kendaraan menjadi kebutuhan utama untuk mencari nafkah.

“Kalau tak diisi motornya, kami tak kerja. Jadi harga itulah mau tidak mau,” katanya.

Ia sebenarnya ingin membeli BBM di SPBU, tetapi jarak yang cukup jauh menjadi kendala. Apalagi, untuk menuju SPBU harus menyeberangi sungai.

“Mana mau ke SPBU, jauh jaraknya. Harus menyeberangi sungai lagi,” katanya.

Sementara itu, harga Pertalite di Kecamatan Sejangkung pada tingkat pengecer atau pom mini juga mengalami kenaikan. Beberapa pengecer menjual Pertalite dengan harga Rp13 ribu per liter.

Masyarakat mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut, sementara harga Pertalite di SPBU masih belum mengalami perubahan.

“Sudah naik, masuk dua minggu inilah kira-kira. Kami tidak tahu apa penyebabnya sehingga pertalite di tingkat pengecer naik harga,” kata Isam. (fah)

Editor : Miftakhair
harga pertalite pengecer warga sambas subsidi