PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sambas memperkuat kolaborasi pengendalian inflasi melalui keikutsertaan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Barat, Rabu (22/7). Kegiatan yang berlangsung di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar tersebut dipimpin Gubernur Ria Norsan.
Pertemuan itu membahas evaluasi inflasi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi bahan pangan bagi masyarakat menghadapi semester kedua 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalbar menyampaikan bahwa meski inflasi secara umum masih terkendali, seluruh pihak perlu melakukan langkah antisipatif terhadap dinamika dan fluktuasi harga sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Komoditas yang menjadi perhatian di antaranya beras, minyak goreng, cabai, telur ayam, serta kebutuhan penting lainnya.
Baca Juga: Kuota BBM Subsidi di Jawai Naik Jadi 16 KL per Hari, Pemkab Sambas Dorong Penambahan SPBU Baru
Bupati Sambas H Satono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan forum strategis bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi. “Ini menjadi komitmen bersama dalam rangka menjaga stabilitas harga,” katanya.
Satono menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sambas telah melaksanakan sejumlah langkah dan kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi daerah.
“Dalam mendukung langkah-langkah pengendalian inflasi daerah melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan harga kebutuhan pokok, serta penguatan distribusi pangan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” katanya.
Dia berharap kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Kalbar tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. (fah)
Editor : Miftakhair