Tiga Bersaudara di Sambas Menikah Bersamaan, Diarak Perahu di Sungai Tengguli Jadi Sorotan Warga

Fahrozi PP • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:59 WIB
Acara pernikahan tiga bersaudara dilaksanakan secara bersamaan di Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. (ISTIMEWA)
Acara pernikahan tiga bersaudara dilaksanakan secara bersamaan di Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pagi itu, Sungai Tengguli tak hanya menjadi urat nadi transportasi warga Desa Tengguli, Kecamatan Sajad. Aliran airnya berubah menjadi panggung kebahagiaan ketika tiga pasang pengantin diarak menggunakan perahu menuju pelaminan, Minggu (26/7). Iringan tanjidor mengalun di tepian sungai, sementara ratusan warga dan tamu undangan menyaksikan prosesi yang jarang terjadi: tiga bersaudara menikah pada hari yang sama.

Hajat besar itu digelar pasangan H Atbah Romin Suhaili (Bupati Sambas periode 2016–2021) dan Hj Lusyanah Kosasih untuk ketiga putra mereka. Fida' Azzam Madania menikahi Fatimah Azzahra Hanifah, Dzaka Azzam Jakartia mempersunting Firratu Tsaqifa, sedangkan Ala' Azzam Sambasia resmi memulai rumah tangga bersama Nurrul 'Izatun Nisa.

Prosesi Tarub dan Saprahan dilangsungkan di RT 18 RW 05 Dusun Pemindangan, Desa Tengguli. Sejak pagi, tamu terus berdatangan memenuhi lokasi acara. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kerabat yang datang dari luar Kabupaten Sambas.

Baca Juga: Tips Asmara & Kesehatan: Mengapa Menjaga Keseimbangan Energi Rahim Penting Sebelum Menikah

Perjalanan menuju lokasi pun menjadi pengalaman tersendiri. Tamu yang datang menggunakan mobil lebih dahulu dijemput dengan ojek sepeda motor. Setelah itu, mereka menyeberangi Sungai Tengguli menggunakan motor air yang telah disiapkan panitia.

"Kami naik motor air atau perahu yang sudah disiapkan di Dermaga Tengguli, mereka (motor air) membawa tamu baik yang datang ataupun pulang acara," kata Indra, salah seorang tamu.

Sesampainya di lokasi, para tamu disambut hangat oleh petugas penyambut tamu. Mereka kemudian bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua orang tua mempelai dan ketiga pasangan pengantin yang berdiri berdampingan di pelaminan.

Di balik kemeriahan pesta, tampak pula semangat kebersamaan masyarakat Desa Tengguli. Warga bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan acara sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.

Baca Juga: Balai Dalkarhut Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat di Sambas

Bupati Sambas periode 2011–2016, Hj Juliarti Djuhardi Alwi, yang turut hadir, mengaku mengapresiasi kekompakan masyarakat setempat. Menurut Anggota DPRD Kalimantan Barat tersebut, tingginya semangat gotong royong menjadi kekuatan yang membuat hajatan besar seperti itu dapat terlaksana dengan baik.

Puncak kemeriahan terjadi ketika ketiga pasangan pengantin bersama kedua orang tua mereka diarak menyusuri Sungai Tengguli menggunakan perahu. Alunan musik tanjidor mengiringi perjalanan hingga rombongan tiba di pelaminan.

Tepuk tangan dan senyum para tamu menyambut kedatangan mereka, menandai sebuah momen yang bukan hanya menjadi perayaan tiga keluarga baru, tetapi juga pesta kebersamaan masyarakat Desa Tengguli.

Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas H Fery Madagaskar beserta istri, Asisten Setda Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno, Anggota DPRD Kabupaten Sambas Rudi, Ketua Askab PSSI Sambas H Eko Suprihatino, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan dari berbagai daerah. (fah)

 

Editor : Miftakhair
kebersamaan sambas menikah saudara tradisi